Dilihat : 96 kali

ARAH BAIK - Pemuda milenial berdarah betawi bernama Chica Amalia. Orang tuanya memiliki aset yang banyak di Jakarta.

Saat giliran Chica mewarisi aset tersebut, ia tidak kalap untuk membeli mobil mewah, liburan ke luar negeri tetapi Chica memilih untuk menginvestasikan untuk membeli properti.

Sekarang diusianya yang menginjak angka 31 tahun, Chica sudah menjadi juragan properti dengan aset senilai Rp35 miliar. Properti yang ia sewakan terdiri dari kos-kosan,rumah, bahkan apartemen.

Di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Chica Amalia menyewakan 32 kamar kos yang harganya mulai dari 2-3 juta untu satu bulannya. Jika kamar terisi penuh, Chica bisa mendapatkan Rp90 juta dalam sebulan!

Mudahkah berbisnis kos-kosan?

Banyak yang beropini bahwa berbisnis kos-kosan itu mudah. Anda cukup cukup duduk santai di rumah dan pada akhir bulan bisa menarik uang sewa dari penghuni kosan Anda.

Menurut Chica, kenyataannya tidak semudah itu. Ia banyak belajar untuk bisa mengelola usahanya tersebut dengan baik.

Chica pernah berada di tangga bawah sebelum sampai ke tangga kesuksesan seperti sekarang ini.

Ia perlu membeli properti yang tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Padahal IMB syarat penting mendirikan bangunan.

“Kalau tidak ada IMB bisa dibongkar Pemda,” kata Chica.

Chica menyarankan kepada pemula bisnis khususnya di bisnis properti untuk belajar dan berkonsultasi dengan ahlinya untuk memastikan legalitas bangunan agar tidak salah mengambil langkah.

Chica juga menyebut bahwa pandemi Covid-19 ini membuat dirinya kehilangan 20% penghuni kos-kosannya yang kebanyakan adalah karyawan.

Untuk mempertahankan penghuni kos-kosannya, ia memberi potongan harga pada masa awal pandemi dan potongan harga untuk penghuninya yang sudah vaksin.

Kompetitor di bisnis Kost-kostan

Pesaing di bisnis kos-kosan menurut Chica tidah hanya pemilik rumah kos-kosan konvensional, tetapi juga startup yang menawarkan jasa mengelola properti untuk disewakan.

Untuk menyaingi para kompetitor, menurut Chica, lokasi strategis, layanan pada penghuni juga faktor penting, juga manajemen komplain agar penghuni nyaman tinggal disana.

"Setiap hari itu pasti ada keluhan, mulai dari AC yang kurang dingin sampai kran air yang bocor. Kita harus cepat atasi komplain seperti itu supaya penghuni merasa nyaman," kata Chica.

Harga sewa menjadi salah satu pertimbangan seseorang ketika mencari kamar kos. Chica sendiri mengaku sebisa mungkin menawarkan harga di bawah pasaran.

Kalau bagi saya, buat apa harga mahal tapi kosong. Kalau kamar kosong itu justru kita rugi karena butuh perawatan ekstra. Kamar yang tidak dihuni lebih lembab dan rentan jamuran," katanya. ***


Pemuda Milenial Ini Hasilkan Omzet 90 Juta Per Bulan Lewat Usaha Koskosan