Dilihat : 235 kali

ARAH BAIK - Setelah Pemerintah mencabut aturan HET Rp 14.000/liter, perlahan namun pasti ketersediaan minyak goreng dipasaran mulai memenuhi etalase toko dan swalayan.

Namun harga minyak goreng jauh dari ekspektasi ibu-ibu rumah tangga, sangat melambung tinggi.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional per 18 Maret 2022, harga rata-rata minyak goreng kemasan bermerek secara nasional mencapai Rp 22.100 per kg. Harga tertinggi berada di Baubau, Sulawesi Tenggara mencapai Rp 57.500 per kg.

Tentunya hal ini membuat para ibu bertanya-tanya, kapan harga minyak goreng ini akan turun?  

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan harga minyak goreng kemasan berpotensi mengalami penurunan, sesuai dengan mekanisme pasar yang berlaku.

“Saya juga melihat ketersediaannya cukup. Nanti, jika merek minyak gorengnya makin banyak, harganya akan menurun sesuai dengan kompetisi dan leveling dari market mereka,” ujar Mendag dalam keterangannya, seperti dikutip Kompas.com, Minggu 20 Maret 2022.

Mendag juga mengatakan bakal menggandeng berbagai pihak terkait, termasuk pelaku usaha ritel sebagai distributor agar menciptakan harga minyak goreng kemasan yang lebih murah.

Kisruh minyak goreng juga menyeret DPR untuk bertindak. Komisi VI DPR telah membentuk panitia kerja (Panja) komoditas pangan untuk mengusut polemik kelangkaan minyak goreng.

Panja akan bekerja pekan depan, seperti yang dilansir news.detik.com. Menurut anggota Komisi VI DPR, persoalan minyak goreng yang saat ini terjadi sangat memalukan.

Hal ini lantaran minyak goreng yang awalnya langka mendadak melimpah stoknya setelah dibebaskannya Domestic Market Obligation (DMO), Market Place Obligation (MPO), Harga Eceran Tertinggi (HET), dan Pungutan Ekspor (PE).

Tindakan menaikkan harga oleh produsen minyak goreng memang tidak boleh dibiarkan begitu saja, sebab minyak goreng ini termasuk dalam kebutuhan masyarakat.

Banyak orang yang hidupnya bergantung pada minyak goreng, seperti pelaku usaha gorengan, katering, rumah makan, dan sebagainya.

Sehingga konsumen saat ini memiliki momentum yang tepat untuk mengurangi kebiasaan menggunakan minyak goreng.

Demi kesehatan, mungkin itu alasan untuk mengurangi penggunaan minyak goreng, disamping harganya mahal yang mencekik masyarkat ekonomi rendah.

Minyak goreng dapat dikatakan bahan makanan kurang sehat sebab memiliki kandungan lemak tinggi, termasuk lemak jenuh, asam lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda.

Mengutip dari lifestyle.kompas.com, mengonsumsi terlalu banyak lemak jenuh, yakni lebih dari 20 gram untuk wanita dan 30 gram untuk pria per hari, membuat tubuh memproduksi kolesterol dalam tubuh.

Kondisi itu memicu meningkatnya risiko penyakit jantung. Minyak goreng juga dapat meningkatkan kadar low density lipoprotein (LDL). LDL adalah kolestrol jahat yang berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke.

Meski demikian, minyak goreng juga meningkatkan kolesterol baik atau high density lipoprotein (HDL), yang yang membawa LDL menjauh dari aliran darah sebab makanan itu mengandung asam laurat dalam jumlah yang relatif tinggi. Kandungan ini terbukti meningkatkan kadar HDL dalam darah jauh lebih banyak daripada LDL.

Mengutip dari Archana’s Kitchen, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi penggunaan minyak goreng.

  1. Mengganti cara memasak menggunakn oven, teknik ini berguna untuk mengurangi minyak goreng.
  2. Memasak dengan cara dipanggang. Hal tersebut menghindari penggorengan dan merupakan pilihan yang lebih sehat untuk memanggang dengan beberapa tetes minyak goreng.
  3. Menggunakan wajan dangkal.
  4. Memasak dengan cara dikukus.

Dengan beberapa cara yang bisa dilakukan agar bisa mengurangi penggunaan minyak goreng, diharapkan dapat meningkatkan kesehatan tubuh kita.

Dalam jangka yang tidak terlalu lama ini, pukulan sang raja ini akan mempengaruhi harga minyak goreng di pasaran, karena semakin sedikit permintaan maka harga pun akan semakin menurun, sementara produksinya tetap berjalan. ***


Momentum Hidup Sehat Di Tengah Melambungnya Harga Minyak Goreng