Dilihat : 82 kali

ARAH BAIK – Sebagai generasi muda penerus bangsa kita malas untuk mengkritik bahkan tidak peduli sama sekali terhadap masa depan negeri kita ini.

Bahkan banyak anak-anak muda yang hanya mementingkan dirinya sendiri. Seharusnya yang harus kita lakukan adalah bagaimana cara agar negara kita lebih dipandang di mata dunia.

Kita sebagai generasi muda harus berani mengkritik pemerintah dalam artian untuk mencapai tujuan kesejahteraan masyarakat bukan memojokkan atau menjatuhkan pemerintah.

Generasi muda juga harus kritis terhadap masalah negara dengan segala upaya untuk mencapai sebuah hasil dari pemikiran ide-ide yang berbeda, lalu juga kita ini tinggal di negeri demokrasi yang di mana negeri bebas menyampaikan pendapat.

Tak lupa kita memiliki gagasan yang kokoh yaitu semboyan Bhineka Tunggal Ika yang diartikan bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.

Dimana saat masa sebelum reformasi yaitu tahun 1998 dimana banyak mahasiswa yang demo di depan gedung DPR hingga mampu menurunkan jabatan presiden ke-2 yaitu Pak Soeharto.

Masa seperti itulah yang banyak dirindukan oleh para kalangan tua dimana para mahasiswa mampu memberi opini, mahasiswa seperti itulah yang dibutuhkan pada saat era reformasi ini agar pemerintah paham mengenai perasaan dan kemampuan masyarakat di negeri kita ini.

 Jadi mereka para penduduk di kursi tinggi harus berpikir secara realistis logika apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini.

Jangan jadikan alasan penghalang untuk menjadi kritis sebab mahasiswa itu harus beropini sehingga menyimpulkan satu ide yang cemerlang agar pertumbuhan dalam aspek apa saja bisa meningkat secara perlahan-lahan.

Jadi kita itu sebenarnya bisa menciptakan generasi emas yang unggul dalam intelektualitas, kritis dan berkemauan.

Namun, sekarang Indonesia serba ketinggalan, jadi kita juga harus mengubah pola pikir yang awalnya tidak peduli menjadi sadar bahwa kita dahulu tidak seperti ini.

Maka berubahlah para generasi kunci bangsa Indonesia demi berdirinya negara untuk makin berkemajuan dalam mengaplikasikan konflik-konflik negara yang telah berkecamuk.***


Kalangan Tua Rindu Mahasiswa 1998 Jadilah Generasi Muda Kritis