Dilihat : 97 kali

ARAH BAIK – puasa adalah ibadah memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh kita.

Manfaat puasa di antara lain, seperti menurunkan berat badan, menyehatkan jantung, membatu mengurangi resiko infeksi penyakit, dan juga bisa menurunkan resiko munculnya kanker.

Studi Ilmiah membuktikan bahwa dengan berpuasa bisa memperbaiki fungsi otak, menciptakan perasaan bahagia dan meningkatkan imum tubuh.

Berpuasa selama 3 hari berturut-turut dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, karena  memicu pertumbuhan sel-sel darah putih yang baru sehingga bisa meningkatkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi. 

Manfaat puasa dapat kita rasakan apabila kita menjaga pola makan yang sehat saat berpuasa.

Tahun ketiga melaksanakan ibadah puasa di era pandemi tentang pentingnya menjaga imun tubuh agar tetap sehat dan bisa menjalankan ibadah puasa menjadi tantangan terbesar kita bagaimana caranya menyeimbangkan iman dan imun kita era pandemi saat ini.

Salah satu kebiasaan buruk yang sering dilakukan masyarakat kita yaitu balas dendam. Apa sih balas dendam yang dimaksud dalam menjalankan ibadah puasa?

1. Balas dendam saat berbuka puasa

Balas dendam yang pertama yaitu kebiasaan dalam berburu takjil yang biasa disebut dengan “Ngabuburit”.

Tradisi ini sudah menjadi kebiasaan yang tidak hanya dilakukan oleh anak-anak tapi hingga orang dewasa.

Kegiatan ngabuburit yang dilakukan anka remaja di zaman saat ini menjadi momen untuk kumpul atau jalan-jalan bersama bestie.

Beraneka ragam makanan khas bulan Ramadhan seperti Kolak,es timun suri, es buah sampai gorengan pun menjadi incaran saat berburu ta'jil.

Jika tidak terkontrol upaya berburu ta'jil ini menjadi ajang balas dendam, setelah menahan lapar kira kira selama 12-13 jam menjadikan makan dalam jumlah yang banyak.

Padahal kebiasaan ini sangat tidak direkomendasika oleh parah ahli kesehatan Medical Advisor Kalbe Nutrisionals dr. Ervina Hasti W mengatakan balas dendam konsumsi makanan dalam jumlah banyak saat buka puasa tidak sehat apalagi kalau mengabaikan nutrisi yang terkandung pada makanan. Bisa jadi malah kelebihan kalori dan menyebabkan resiko obesitas dan kolestrol tinggi. 

Nabi Muhammad SAW mencotohkan adab berbuka puasa yaitu dengan meminum air putih dan kurma pada awal berbuka puasa.

Kandungan glukosa dalam kurma dan air putih dapat menggatikan energi kita yang hilang saat puasa.

2. Balas Dendam Tidur setelah Sahur

Kebiasaan yang tidak dianjurkan ini sering terjadi di masyarakat kita, karena tubuh setidaknya memerlukan waktu 2 jam untuk mengurai dan mencerna makanan yang masuk setelah sahur.

Yang paling buruk balas dendam rasa kantuk biasanya dilakukan dengan tidur secara berjam-jam. Apalagi selama beberapa tidak menerima asupan makan dan minum mejadikan tubuh kita menjadi lemas.

Sehingga tidak jarang, jika banyak orang tidur di siang hari saat puasa dengann alibi supaya lupa dengan rasa lapar dan haus dan waktu agar cepat berlalu.

Padahal tidur yang berlebihan saat dapat menyebabkan tubuh semakin lemas, memicu kegemukan, dan gangguan memori serta kecemasan.

Nabi selalu mencontohkan bahwa bulan Ramadhan harus dimanfaatkan untuk melakukan kebaikan-kebaikan baik di siang hari maupun di malam hari. Jika tidak, maka orang tersebut termasuk golongan yang merugi.

3. Pentingnya Pengendalian Diri

Inti dari puasa yaitu bagaimana caranya kita mengendalikan diri, yaitu menahan lapar, haus, dan menahan hawa nafsu.

Ibadah puasa yang memiliki pengendalian diri yang baik tidak hanya mendapatkan bonus pahala, tapi juga mendapatkan nikmat sehat serta iman dan imun menjadi kuat.

Cara terbaik berpuasa sehat di era pandemi tentu saja Nabi Muhammad SAW, dengan meniru sunnah-sunnahnya.  

Beliau adalah teladan utama gaya hidup sehat umat islam yang tidak akan pernah lekang oleh zaman.***


Puasa Sehat Di Era Pandemi Tanpa Balas Dendam