Dilihat : 38 kali

ARAH BAIK – Kuasa hukum almarhum Brigadir Yosua, Kamaruddin Simanjutak menyatakan dengan tegas bahwa Ferdy Sambo terlibat jaringan mafia.                             

Tak tanggung-tanggung, sumber informasi yang didapatkan Kamaruddin tersebut berasal dari intel berpengalaman dengan posisi tak main-main.

Intel ini, kata Kamaruddin memiliki posisi cukup hebat sampai bisa menjadi salah satu tamu istimewa di pelaksanaan HUT RI ke 77 di Istana Negara pada 17 Agustus lalu.

Menurut informasi ynag didapatkan Kamaruddin, aliran dana di kantong Ferdy Sambo berbentuk tunai dalam mata uang asing.

Ferdy Sambo, katanya juga memiliki bnyak bangunan mewah, mobil perlentem hingga kepemilikan rumah sakit yang jelas tidak berasal dari gajinya sebagai polisi.

Adapun mafia yang dimaksud Kamaruddin merujuk pada bisnis hiburan malam, prostitusi, minuman keras, dan masih banyak lainnya.

Meski Ferdy Sambo terlibat jaringan mafia, Kamaruddin masih meragukan validitas soal Kekaisaran Ferdy Sambo dan Konsorsium 303 yang ramai dibicarakan di media sosial.

“Sebelum itu beredar di masyarakat itu sudah beredar ke saya, tapi saya kan selalu minta bukti. Ada gak bukti. Ini sudah bukti, saya bilang belum, itu masih flowchart, harus ada bukti pendukung,” ucap Kamaruddin, dikutip dari kanal YouTube TvOne, Rabu 24 Agustus 2022.

Ia mengatakan bahwa dirinya tidak sembarangan bicara kepada media dan public jika belum memastikan keaslian bukti.

Kamaruddin meyakini seluruh pernyataan yang ia berikan sejauh bersumber dari data yang 99,9 persen benar, sehingga dapat dipastikan takkan meleset dari fakta.

Ia menambahkan, dirinya belum sepenuhnya paham apa saja pernyataannya yang telah dibantah oleh pihak kepolisian.

Namun, Kamaruddin bisa membuktikan bahawa tersangka pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua, Ferdy Sambo mengantongi dana dengan jumlah fantastis dari hasil bisnis-bisnis ilegal.

“Saya ndak tau yang dibantah (Polri) yang mana, yang saya jelaskan itum transaksi ini sangat besar, bahkan ada informasi rekening BCA atas nama orang lain,” ucapnya.

“Jadi jangan dibilang (Kapolri dan anggotanya) tidak tau. Ada yang tau tapi pura-pura tidak tau,” sambungnya.

Kamaruddin mengungkapkan bahwa tak semua anggota kepolisian mengetahui informasi sensitif ini. Bahkan ada beberapa diantara petinggi yang tidak kebagian informasi tersebut.***


Kuasa Hukum Brigadir Yosua Tegaskan Ferdy Sambo Terlibat Jaringan Mafia Tapi Meragukan Konsorsium 303