Dilihat : 114 kali

ARAH BAIK – Kebijakan pendaftaran Penyelenggara (PSE) menuai pro dan kontra.

Masyarakat merasa dirugikan dengan sejumlah platform populer yang beroperasi di tanah air, seperti PayPal dan Steam yang turut diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo).

Kalangan yang tidak setuju dengan aturan tersebut beramai-ramai melakukan beragam aksi protes.

Berikut ini bentuk aksi protes masyarakat terhadap aturan dari Kominfo soal PSE :

Demonstrasi

Demo protes terhadap kebijakan Kominfo dilakukan oleh Teguh Aprianto dan teman-temannya melakukan aksi demo di depan Gedung Kominfo pada 22 Juli 2022.

Aksi demo dengan menggunakan masker dan menjaga jarak tersebut diunggah oleh akun Twitter Teguh @secgron.

“Surat dari 11 ribu netizen yang sdh berpartisipasi di #ProtesNetizen juga elah diberikan & ditempelkan dengan gembok pas di depan kantor mereka. Semoga mereka bisa baca ya,” cuit Teguh.

Tagar BlokirKominfo

Tagar BlokirKominfo menggema di jagat Twitter saat akses PayPal, Steam, Epic Games dan GitHub diputus Kominfo.

Tagar BlokirKominfo sempat bersandar di tagar nomor satu Trending di Indonesia pada 30 Juli 2022.

Lempar Botol Pipis di Gedung Kominfo

Akun Instagram BlokirPolitikPelajar mengunggah sebuah video pada Senin, 1 Agustus 2022 yang memperlihatkan seseorang melempar botol berisi air kencing ke depan Gedung Kominfo.

Konser Band

Musisi pun ikut menyuarakan protesnya melalui apa yang mereka bisa lakukan, salah satu band cadas Indonesia, Seringai.

Dalam sebuah video menunjukkan Seringai menyuarakan protes dengan bernyanyi berlatar belakang layer bertuliskan #BlokirKominfo viral di Twitter yang dibagikan @kerupukbasah.

“Mereka menginginkan data pengguna, dan tentu saja banyak yang tidak setuju dengan itu adalah privacy policy, jadi teman-teman lawan karena semua ini adalah omong kosong,” ujar Seringai.

“Kominfo omong kosong,” lanjutnya di akhir penampilannya dalam video tersebut.

Teror Karangan Bunga

Terakhir adalah terror datang ke Gedung Kominfo yaitu singgahnya beberapa karangan bunga bertuliskan protes terhadap pemblokiran penyedia aplikasi asing yang sering dipakai masyarkat Indonesia.

Foto yang diunggah oleh akun @txtkaryawan memperlihatkan sejumlah karangan bunga bertuliskan protes terhadap Kominfo.

“Selamat dan Sukses atas terputusnya hubungan bisnis internasional kami,” tulis pengirim atas nama Freelancer yang nggak salah apa-apa.

“Terimakasih telah menyuburkan bisnis kami di Indonesia,” tulis karangan bunga atas nama pengirim Perusahaan VPN entah di mana.***


Aksi Protes Masyarakat Ke Kominfo Mulai Teror Karangan Bunga Hingga Lempar Botol Pipis