Dilihat : 97 kali

ARAH BAIK – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat untuk bersyukur.

Lantaran, pemerintah masih memberikan subsidi terhadap Bahan Bakar Minya (BBM) jenis Pertalite.

Dengan demikian, harga Pertalite saat ini dinilai oleh Presiden Jokowi masih terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

“Kalau bensin di negara lain sekarang harganya (disetarakan dengan kurs rupiah) sudah Rp32.000, Rp31.000 di Indonesia Pertalite masih Rp7.650 (per liter), tapi juga perlu kita ingat subsidi terhadap BBM sudah sangat terlalu besar,” kata Jokowi, dikutip dari Antara, Selasa 2 Agustus 2022.

Ia menjelaskan, anggaran subsidi dari APBN meningkat signifikan, dari sebelumnya Rp170 triliun menjadi Rp502 triliun.

Oleh karena itu, Jokowi menegaskan bahwa tidak ada negara yang sanggup memberikan subsidi BBM sebesar itu.

“Negara manapun tidak akan kuat subsidi sebesar itu. Tapi sekarang Alhamdulillah kita masih kuat menahannya sampai sekarang ini. Ini yang yang patut kita syukuri bersama-sama,” ujarnya.

Selain subsidi BBM Pertalite, pemerintah juga akan tetap memberikan subsidi pangan.

Hal tersebut dilakukan agar kenaikan pangan di domestik akibat tekanan rantai pasok pasar global dapat teratasi.

“Di negara lain (harga) sudah naik 30 persen, 40 persen, 50 persen naik. Karena apa? Mereka yang makan gandum, baik dari Asia, Afrika, Eropa, sekarang berada di posisi yang sulit, sudah mahal, barangnya tak ada,” tutur Jokowi.

Ia mengatakan, negara saat ini dihadapkan pada sejumlah tantangan, mulai dari pemulihan Covid-19 hingga konflik Ukraina dan Rusia.

“Baru akan melakukan pemulihan (dari pandemi Covid-19) tapi muncul sesuatu yang tidak diperkirakan sebelumnya. Sakitnya belum sembuh muncul yang namanya perang di Ukraina, sehingga semuanya menjadi bertubi-tubi menyulitkan semua negara, hampir semua negara pada posisi yang sangat sulit,” ujar Jokowi.***


Harga Pertalite Tak Jadi Naik Jokowi Minta Masyarakat Bersyukur