Dilihat : 109 kali

ARAH BAIK – Saat ini depresi menjadi pemandangan sehari-sehari. Korban depresi hingga kasus bunuh diri dan pembunuhan menghiasi kerasnya kehidupan zaman sekarang.

Dikutip dari tulisan mantan Ketua Komisi Dikbud MUI, Prof. DR. H. Ramli Abdul Wahid, MA, berikut ini pandangan Islam mengenai depresi.

Depresi merupakan gangguan jiwa pada seseorang yang ditandai dengan perasaan yang menurun, seperti muram, sedih, dan perasaan tertekan.

Seluruh emosi itu bisa keluar dalam dosis ringan, bisa berat, bisa terlampau berat sampai orang tersebut kalut dan meronta-ronta.

Level lanjutan dari stress, depresi adalah perasaan sedih, bingung atau kalap yang berlebihan sampai hilang kemampuan berpikir serta kesadaran normal, hingga terbesit niat bunuh diri.

Dalam bahasa Arab, perasaan sedih diekspresikan dalam sejumlah istilah, yaitu huzn, iktiyab, jaz’, faz’. Seluruhnya bermakna sedih, namun berbeda dalam tingkatan berat dan ringannya perasaan.

Huzn berarti kesedihan, iktiyab kesedihan yang berat dan mendalam, dan jaz’ sedih yang berkeluh kesah.

Kata huzn banyak digunakan dalam Al-Quran. Kata huzn setidaknya digunakan 42 kali dalam kalam Allah. Artinya, Allah menganugerahkan rasa sedih itu kepada manusia.

“Maka barangsiapa yang mengikuti petunju-Ku maka tidak ada atas mereka ketakutan dan tidaklah mereka bersedih,” Al-Baqarah ayat 38.

“Maka barangsiapa yang bertaqwa dan berbuat baik, maka tidak ada ketakutan atas mereka dan tidaklah mereka bersedih,” Al-A’raf ayat 35.

“Dan janganlah kamu merasa rendah dan jangan merasa sedih dan kamu adalah orang-orang yang paling tinggi (mulia) jika kamu beriman,” Ali Imran ayat 139.

Bahkan sekelas sahabat Rasulullah SAW saja pernah kalut dan sedih yang teramat ketika harta mereka habis jelang keberangkatan menuju jihad (At-Tubah ayat 92).

Artinya, depresi merupakan hal yang bisa saja terjadi, kepada para ahli ibadah sekalipun, lantaran perasaan dan emosi yang telah Allah SWT ciptakan bersama dengan jasad manusia.

Maka dari itu, jika depresi datang maka hendaknya dirikanlah shalat dan meminta kepada-Nya karena Allah adalah sebaik-baiknya penolong.***


Depresi Dalam Sudut Pandang Islam Simak Ayatayat Alquran Dan Kisah Sahabat Nabi Terkait Kejiwaan