Dilihat : 77 kali

ARAH BAIK – 2 kapal ikan asing (KIA) berbendera Vietnam tertangkap basah melakukan pencurian ikan di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEE) Laut Natuna Utara pada Minggu 24 Juli 2022.                           

TNI AL menangkap 2 KIA Vietnam dan mendaptkan barang bukti berupa 15 ton ikan hasil tangkapan ilegal.

2 KIA Vietnam itu mencuri puluhan ton ikan di Laut Natuna Utara dengan menggunakan alat tangkap trawl yang menyebabkan kerusakan ekosistem laut.

Seluruh kru KIA Vietnam telah melanggar Pasal 93 ayat 2 dan Pasal 27 ayat 2 UU No. 45 Tahun 2009 perubahan UU RI No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

Dengan mendapat hukuman kurungan maksimal 6 tahun serta denda sebesar Rp20 miliar.

Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Koarmada I Laksamana TNI H. Krisno Utomo mengatakan, 2 kapal laut berbendera Vietnam itu membawa 19 ABK berkebangsaan Vietnam. Mereka menyusup ke wilayah perairan Indonesia secara ilegal.

Laksamana Krisno membeberkan kronologis kejadian ketika KRI Cut Nyak Dien 375 yang berada di bawah kendali operasi (BKO) Gugus Tempur Laut Koarmada I sedang melaksanakan operasi siaga Arnawa-22.

Saat itu, Gugus Tempur Laut Koarmada I mendeteksi adanya aktivitas ilegal di periran ZEE Laut Natuna Utara.

Kontak mencurigakan tersebut, oleh KRI Cut Nyak Dien 375 segera didekati dan menagkap basah 2 KIA Vietnam itu sedang melakukan penangkapan ikan secara ilegal.

Dengan menggunakan isyarat, kata Laksamana Krisno, KRI Cut Nyak Dien 375 menghentikan 2 KIA tersebut. Posisi mereka pada saat itu berdekatan.

“Selanjutnya dilakukan pemeriksaan oleh Tim Visit Board Search and Seizure (VBSS), ujarnya.

Laksamana Krisno mengatakan, KIA Vietnam tersebut telah secara ilegal menangkap ikan di Landas Kontinen Indonesia yaitu sekitar 40 mil dari Pulau Laut, Kabupaten Natuna.

Ia menambahkan bahwa penangkapan 2 KIA Vietnam bukan hanya menegakkan kedaulatan negara, tetapi juga menegakkan hukum untuk melindungi sumber daya alam Indonesia.

Menurutnya penangkapan ini bentuk komitmen dan jinerja TNI AL yang selalu menegakkan kedaulatan dan keamanan wilayah perairan NKRI.

Lanjut Laksamana Krisno, patrol KRI Cut Nyak Dien 375 di perairan Laut Natuna Utara sesuai perintah KSAL, yakni menjaga kepercayaan negara dan rakyat kepada TNI AL melalui kerja nyata yang bermanfaat bagi institusi, masyarakat, bangsa, dan negara.

“Penangkapan 2 KIA berbendera Vietnam BV 4889 TS dan BV 5329 TS merupakan salah satu wujud nyata kinerja nyata jajaran Koarmada I dalam melaksanakan perintah Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah,” ujarnya.

Yang selalu menekankan untuk mengintensifkan patrol mengingat perbatasan laut ZEE antara Indonesia dan Vietnam di Laut Natuna Utara belum ada kesepakatan,” lanjutnya.***


Maling 15 Ton Ikan Di Laut Natuna Utara 2 Kapal Vietnam Ditangkap Tni Al