Dilihat : 83 kali

ARAH BAIK – Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengungkap motif kasus penembakan istri seorang anggota TNI di Semarang.

Ada motif yang mulai terlihat pada kasus penembakan istri anggota TNI di Banyumanik Semarang yang diduga kuat melibatkan suami dari korban.

Satu pelaku penembakan istri anggota TNI di Semarang sudah ditangkap di Sayung Demak, sementara suami korban menghilang tanpa kabar setelah antar istri ke rumah sakit.

Barang bukti 2 motor yang digunakan oleh salah satu pelaku juga sudah diamankan.

Jenderal Andhika mengatakan jika ada dugaan kuat suami terlibat dan sudah ada bukti yang mengarah kesana.

“Dugaan memang kuat, suami dari korban lari sejak hari pertama dan bukti-bukti investigasi sudah mengarah beberapa orang yang kami lebih cenderung mengaitkan suami korban, jadi ini adalah masalah-masalah yang menurut saya sangat tidak manusiawi karena kesenangan pribadi yang kemudia memberikan dorongan untuk melakukan apa saja menghalalkan segala cara, ini akan kita usut tuntas pasal-pasal yang akan kita kenakan akan maksimal,” tegas Jenderal Andika didepan media, Jumat 22 Juli 2022.

Menurut informasi jika suami dari penembakan istri anggota TNI ini memang sudah menghilang sejak hari pertama setelah mengantarkan korban ke rumah sakit dianggap melakukan tindak pidana militer.

Kapendam IV Diponegoro, Letkol Inf Bambang Hermanto menyebut jika keberadaan suami dari korban penembakan di Banyumanik sudah tidak masuk dinas sejak mengantarkan istrinya.

Suami korban yang merupakan anggota TNI tersebut menghilang dan hingga kini belum ditemukan keberadaannya.

“Yang bersangkutan atau suami dari korban telah melakukan tindakan tidak hadir tanpa ijin komandan satuan (THTI), sebagaimana mestinya bahwa THTI ini ada aturannya ada tahapan-tahapannya, apabila militer melakukan tindakan THTI pada masa damai, ini sudah masuk kategori tindak pidana militer sehingga yang bersangkutan oleh pimpinannnya melaporkan pimpinan dibarengi dengan pelimpahan kepada penyidik dalam hal ini polisi militer,” kata Letkol Bambang.

Kapendag IV Diponegoro juga mengatakan jika suami tersebut sempat mengantar isrtrinya ke rumah sakit seusai terjadi penembakan di Banyumanik Semarang dan sempat menunggu pasca operasi selesai.

Namun, keesokan harinya yang bersangkutan tidak hadir dalam apel di markasnya, Letkol Bambang mengatakan jika jajarannya akan mencaari sampai ketemu yang bersangkutan tersebut untuk dimintai informasi.

Kaitan Penembakan Istri Anggota TNI dan Hubungan Asmara

Satu dari empat pelaku penembakan Rina Wulandari (34), di depan rumahnya di Jalan Cemara, Banyumanik Semarang berhasil ditangkap Unit Reserse Mobile Polrestabes Semarang dan TNI.

Pelaku berinisial R ditangkap di kawasan Sayung pada Jumat, 22 Juli 2022 sore.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar mengatakan penindakan tersebut dilakukan setelah pihaknya melakukan penulusan hingga mengantongi identitas pelaku berikut keberadaannya.

“Dia (pelaku) kami tangkap saat sedang berada di rumahrekannya untuk bersembunyi,” ungkapnya.

“Kedua motor tersebut ditemukan di tempat yang berbeda. Bahkan saat ditemukan, motor ninja yag dipakai sudah berubah warna menjadi hijau tua,” ujarnya.

Kedua sepeda motor itu ditemukan terpisah, motor ninja ditemukan di rumah rekan pelaku di daerah Jalan Pamularsih.

Sedangkan untuk motor Honda Beat hitam ditemukan di daerah di Sayung Demak.

Kedua motor diamankan pada hari yang sama yakni Hari Kamis 21 Juli 2022. Irwan menyebut adanya perubahan warna pada salah satu motor pelaku tidak lain untuk menhilangkan jejak. Sementara Hinda Beat tidak berubah sama sekali.

Jenderal Andhika mengatakan jajaran TNI akan mengungkap kasus penembekann istri anggota TNI di Banyumanik Semarang.

Apa motif pelaku dan siapa saja yang terlibat serta hukuman apa yang akan dikenakan pada para pelaku penembakan.

“Pemeriksaan bukan hanya saksi, tapi juga dari elektronik dan semuanya mengarah kesana (suami), hanya sekarang suami korban ini lari, ini yang kita sedang cari tetapi kita tidak akan berhenti, kita sudah punyak saksi-saksi termasuk saksi yang memang memiliki hubungan khusus asmara dengan suami korban ini,” kata Jenderal Andhika.***


Motif Penembakan Istri Anggota Tni Di Semarang Terungkap Panglima Andika Perkasa Ada Kaitan Asmara