Dilihat : 69 kali

ARAH BAIK – Polri mengatakan belum ada penetapan tersangka dalam kasus tewasnya Brigadir Nofryansyah Yosua Hutabarat.                               

Kasus yang telah berjalanan sekitar dua pekan lebih itu masih mengambang, keterangan Polri mengisyaratkan pelaku sesungguhnya belum terungkap.

Bharada E, sebagai oknum yang dilaporkan menembak Brigadir Yosua dengan 7 peluru, kata Polri justri masih berstatus sebagai saksi.

Sejak kasus naik ke tingkat penyidikan, Bharada E yang terlibat dalam baku tembak otomatis berstatus sebagai saksi.

Terutama setelah adanya laporan tim hukum keluarga Brigradir Yosua terkait dugaan pembunuhan berencana, penyidikan berlangsung intens di tangan Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri.

“Enggak benar (status Bharada E sebagai tersangka,´kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo, Senin 25 Juli 2022.

Penyidikan di bawah pengawasan Polda Metro Jaya akan erat kaitannya dengan laporan dugaan pelecehan seksual dan percobaan pembunuhan.

Bareskrim Polri mengatakan akan fokus menyidik dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua.

Dedi menegaskan, Bharada E masih berstatus sebagai saksi dari kasus yang sedang dilakukan penyidikan oleh Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya.

“Status (Bharada E) masih jadi saksi untuk kasus yang disidik Polda Metro Jaya dan Bareskrim,” ujarnya.

Penyidik Bareskrim Polri mendalami informasi terkait dugaan adanya ancaman pembunuhan yang sempat diperoleh Brigadir Yosua sejak Juni 2022.

“Semua info yang ada sedang didalami oleh tim sidik Bareskrim,” ujar Dedi.

Lanjut Dedi, pihaknya akan menyampaikan hasil dari informasu tersebut secara rutin pada media.

“Kalau sudah selesai akan disampaikan (ke hadapan public),” ucapnya.

Sebelumnya, kuasa hukuk keluarga Brigadir Yosua, Kamaruddin Simanjutak mengungkap bukti terkait Brigadir Yosua yang mendapat ancaman pembunuhan.

Dalam sebuah rekaman elektronik, kata Kamaruddin, Brigadir Yosua bahkan sampai menangis dan ketakutan hebat usai mendapat ancaman tersebut.

“Sudah ada rekaman elektronik yang mana almarhum saking takutnya di bulan Juni tahun 2022, ia sampai menangis,” ujar Kamaruddin di Mapolda Jambi, Sabtu 23 Juli 2022.***


Belum Ada Tersangka Di Kasus Brigadir Yosua Polri Bharada E Masih Saksi