Dilihat : 43 kali

ARAH BAIK – Akhir-akhir ini masalah minyak goreng menjadi sorotan. Langkah pemerintah melepas harga minyak goreng ke mekanisme pasar pun menuai banyak kritik dari Komisi VI DPR RI.

Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi akhirnya mengambil tindakan dengan mencabut ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng dengan menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 11/2022.

Sebagai gantinya, pemerintah menggelontorkan subsidi untuk minyak goreng Rp 14.000 berbentuk curah.

Rabu, 16 Maret 2022 usai penetapan harga dari pemerintah, harga migor di pasar mencapai Rp20.000 per liter atau Rp40.000 per 2 liter minyak goreng dengan kemasan premium.

Menurut Ketua Komisi VI DPR RI, Faisol Riza melihat ada masalah terhadap industri minyak goreng saat ini, dimana saat harga dilempar pada mekanisme pasar terlihat justru melimpah.

Jika dibandingkan dengan beberapa hari sebelumnya sangat sulit untuk mendapatkan minyak goreng.

"Pasti mereka menimbun. Hati kita betul-betul tidak rela menyaksikan bahwa pasar yang tadinya kosong, orang antri panjang, sekarang setelah harga dibebaskan semua penuh minyak goreng," kata Faisol dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI bersama Menteri Perdagangan, Selasa 17 Maret 2022.

Menurut Faisol Riza, Kemendag memiliki wewenang yang kuat untuk melakukan tindakan hukum terhadap para penimbun minyak goreng.***


Gegara Ri Krisis Minyak Goreng Begini Geramnya Dpr Di Depan Mendag