Dilihat : 143 kali

ARAH BAIK – Dewan Medis Thailand memperingatkan bahaya pencampuran ganja ke dalam makanan dan minuman.                            

Menurutnya, penambahan ganja pada makanan dan minuman tidak perlu dilakukan karena dapat meningkatkan beban layanan darurat rumah sakit.

Unggahan Facebook Dewan Medis Thailand menulis bahwa ganja dilegalkan pada 9 Juni 2022, banyak konsumen menderita penyakit akut, halusinasi, dan melukai diri mereka serta orang lain.

“Beban di ruang gawat darurat telah meningkat padahal tidak perlu dilakukan,” tulisnya.

Dewan Medis Thailand memperingatkan bahaya penggunaan ganja sebagai bahan makanan dan minuman ringan untuk semua konsumen.

“Jangan menambahkan ganja atau rami ke makanan atau makanan ringan untuk dikonsumsi orang,” tulisnya.

Ganja memiliki dampak negatif jangka panjang pada pertumbuhan dan perkembangan otak anak-anak.

Ganja tidak boleh digunkan oleh wanita hamil, ibu menyusui atau orang berusia 25 tahun atau lebih muda karena bahaya yang ditimbulkan pada otak.

Dewan Medis Thailand juga secara serius menyarankan orang tidak menggunakan ganja untuk rekreasi. Penggunaan tunas ganja akan menyebabkan kerusakan serius terhadap kesehatan penggunanya.

Menurutnya penggunaan ganja sebagai pilihan pertama untuk pengobatan penyakit tidak semestinya dilakukan. Ganja hanya menjadi pilihan terakhir jika obat standar tidak bisa mengobati penyakit.

“Ganja tidak bisa menyembuhkan penyakit, dan hanya bisa digunakan untuk meredakan gejala sementara,” kata Dewan Medis Thailand.***


Akibat Legalkan Ganja Pasien Ugd Di Rumah Sakit Thailand Melonjak