Dilihat : 86 kali

ARAH BAIK – Industri makanan dan minuman tengah dalam situasi sulit imbas dari lonjakan harga baham baku dan melemahnya rupiah terhadap dolar.                          

Pelemahan rupiah terhadap dolar saat ini sudah tembus di level Rp15.000. Pada sesi penutupan per Kamis, 14 Juli 2022 rupiah melemah 28,5 poin atau 0,19 persen menjadi Rp15.020.

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi S. Lukman mengatakan bahwa industri makanan dan minuman akan merespons dengan margin keuntungan mereka.

“Tapi kalau ini terus menerus dalam jangka panjang akan berat, sehingga beberapa perusahaan memutuskan harus naik harga,” katanya di Kantor Kemendag, Kamis 14 Juli 2022.

Menurutnya, industri makanan dan minuman yang akan menaikkan harga mereka adalah industri yang kecil.

Pasalnya industri kecil pasokan bahan bakunya tersedia dalam jangka harian hingga mingguan. Sementara, bagi industri besar masih dapat bertahan karena telah memiliki kontrak panjang.

Selain itu , industri yang akan merespons dengan menaikkan harga produknya adalah industri makanan dan minuman yang bahan baku tunggal seperti industry tepung terigu, minyak goreng hingga tempe.

“Itu kan bahan bakunya tunggal jadi nggak mau bahan bakunya tunggal. Tapi kalau snack, mie instan itu masih bisa diakali untuk mencari celah substitusi, mengganti formula dan sebagainya,” pungkasnya.***


Rupiah Tak Berdaya Pengusaha Makanan Dan Minuman Bakal Naikkan Harga