Dilihat : 117 kali

ARAH BAIK ­– Ambisi Israel untuk melawan hegemoni Republik Islam Iran di kawasan Timur-Tengah dengan dukungan negara-negara Arab sepertinya berjalan mulus.

Dinas Intelijen Mossad dan Badan Kontra-Intelijen Shin Bet Israel mulai beroperasi di Bahain.

Dikutip dari The Jerusalem Post, sejumlah unit pesawat tanpa awak (drone) dan sistem senjata anti-drone buatan Israel telah dibeli Kerajaan Bahrain.

Tak hanya itu Mossad dan Shin Bet juga telah memulai pelatihan kepada agen intelijen Bahrain.

Laporan itu muncul pasca kedatangan Presiden AS, Joe Biden ke Israel dan Kerajaan Arab Saudi untuk membahas aliansi militer bersama dengan negara-negara Arab dalam perlawanan terhadap Iran.

AS dan Israel menggandeng negara-negara Arab dan membentuk aliansi yang dikenal dengan Pertahanan Udara Timur-Tengah (MEAD).

Sejak Agustus 2020, sejumlah pejabat tinggi Kementerian Pertahanan Israel dan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) tercatat telah melakukan sekitar 150 pertemuan dengan delegasi negara-negara Arab.

Pada bulan itu juga, Israel dan negara-negara Arab sepakat menandatangani kerja sama militer yang tertuang dalam kesepakatan Abraham.

Pekan lalu, Menteri Pertahanan Israel, Letnan Jenderal (Purn) Benny Gantz mengungkap jika penandatanganan kesepakatan antara Negara Zionis dan negara-negara Arab mencapai USD 3 miliar atau setara dengan Rp45,03 triliun.

Sebelumnya pada Maret 2022, Panglima Pasukan Pertahanan Israel, Letnan Jenderal Aviv Kochavi telah menggelar pertemuan dengan pemimpin militer tujuh negara Arab di el-Sheikh, Mesir.

Dalam pertemuan tersebut, orang nomor satu militer Israel itu membahas operasi rahasia dalam perlawanan terhadap Republik Islam Iran bersama delegasi enam negara, yaitu Mesir, Uni Emirat Arab, Kerajaan Arab Saudi, Bahrain, Qatar, dan Yordania.***


Bahrain Kena Hasut Israel Iran Dikepung Sekutusekutu As