Dilihat : 93 kali

ARAH BAIK – Dalam artikel ini N. Ma’ruffin, ST. atau biasa disapa Ma'ruffin memaparkan tentang apa yang dilakukan oleh orang dengan pemikiran besar.

Ada sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa orang besar itu membicarakan tentang ide, sedangkan orang kecil berbicara tentang orang lain.

Ungkapan itu pertama kali diucapkan oleh Anna Eleanor Roosevelt, seorang Ibu Negara Amerika Serikat (AS) pada tahun 1933 -1945.

“Orang hebat membicarakan ide. Orang biasa membiacarakan kejadian-kejadian. Orang kecil membicarakan orang lain,” kata Eleanor Roosevelt.

Ungkapan bijak dari Eleanor Roosevelt ini ternyata cocok untuk ditujukan kepada para pemimpin di Indonesia saat ini maupun di masa mendatang.

Orang besar selalu memutar otak untuk menuju level yang lebih tinggi. Otak yang dimiliki orang yang berakal besar penuh dengan ide-ide brilian.

Orang besar tidak tertarik untuk menjiplak karena ia yakin dengan ide-ide yang dimilkinya.

Orang-orang yang yakin dengan ide-idenya sendiri otaknya penuh dengan gagasan baru, fresh dan inovatif.

Topik utama orang besar adalah bagaimana mencari solusi yang nyata dan up to date dengan kehidupan sehari-hari, bukan sesuatu yang mengawang-awang atau tidak masuk akal.

Seperti masalah yang dialami oleh masyarakt Kota Semarang saat ini banyak yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi.

Pada bulan Agustus 2019 jumlah pengangguran di Kota Semarang berjumlah 43.198 orang, kemudian tahun berikutnya pada bulan yang sama meningkat signifikan mencapai 98.001 orang.

Sementara itu, Agustus 2021 jumlah pengangguran terus naik dengan jumlah 98.718 orang.

Banyak masyarakat di Kota Semarang kehilangan pekerjaanya di masa pandemi Covid-19 ini akibat terkena Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK.

Besarnya jumlah ini meyakinkan bahwa saatnya kita memberikan perhatian ekstra untuk menekan angka pengangguran di Kota Semarang.

Ma'ruffin hadir dengan visi membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya, yaitu dengan cara akan memberikan pembuktian dengan mengentaskan 1.000 pengangguran di Kota Semarang sebelum Februari 2024.

Ma'ruffin juga mempunyai visi menjadikan Kota Semarang sebagai Kota Digital dengan menaungi para UMKM untuk merubah cara berjualan mereka dari yang tradisional ke digital dengan tujuan meningkatkan pangsa pasar mereka.

Mengetahui jumlah pengangguran itu, Ma’ruffin ingin mengajak mereka untuk meningkatkan skill dengan cara bergabung dalam program Kampus Digital Marketing secara gratis.

Di Kampus Digital Marketing, untuk pembelajarannya dilakukan secara hybrid, yaitu dengan kelas tatap muka (offline) maupun kelas virtual (online) selama satu bulan.

Diharapkan bagi mereka yang telah mengikuti pembelajaran di Kampus Digital Marketing mampu menerapkan ilmunya di tengah masyarakat.

Sebagai contoh, mereka mampu mengelola serta meningkatkan penjualan produk secara online baik melalui sosial media maupun platform marketplace dan juga mempromosikan produk-produk tersebut tanpa harus keliling (outdoor).***


N Maruffin St Orang Besar Berbicara Tentang Ide Bukan Orang Lain