Dilihat : 125 kali

ARAH BAIK – Depresi musiman atau seasonal depression adalah jenis depresi ringan terkait dengan perubahan musim. Nama lain dari kondisi ini adalah seasonal affective disorder (SAD).

Depresi jenis ini biasanya dimulai dan berakhir pada waktu yang sama setiap tahun. Gangguan mental ini umum terjadi di negara dengan empat musim. Namun, tetap ada kemungkinan kondisi ini terjadi pada negara yang memiliki dua musim, seperti Indonesia.

Di negara empat musim, gejala depresi biasanya muncul pada musim gugur dan berlanjut ke musim dingin. Biasanya kondisi ini dapat menyebabkan depresi pada musim semi atau awal musim panas.

Merujuk Mayo Clinic,  di Amerika Serikat kondisi seasonal affective disorder atau gangguan afektif musiman setidaknya mempengaruhi 2,4 persen orang.

Gejala seasonal affective disorder

Ada dua jenis ganguan afektif musiman ini.  Adapun 10 persen gangguan depresi dialami saat musim panas. Tapi kebanyakan kasus, gejala gangguan afektif musiman muncul selama akhir musim gugur atau awal musim dingin, kemudian hilang ketika cerah pada musim semi dan musim panas.

Ada pula orang dengan pola berlawanan yang bergejala dimulai pada musim semi atau musim panas. Gejala ini berlangsung sekitar bulan, seperti susah tidur, sulit berkonsentrasi, dan lesu. Gejala gangguan afektif saat musim dingin juga bisa meliputi: kelelahan saat siang, makan berlebihan, kurangnya minat dalam kegiatan sosial, berat badan bertambah.

Sedangkan gejala saat musim panas, antara lain susah tidur, kegelisahan, kurang nafsu makan, penurunan berat badan, mudah bertindak kasar.

Penyebab seasonal affective disorder

Intensitas cahaya diduga mempengaruhi kondisi gangguan afektif musiman. Penurunan paparan sinar matahari saat musim dingin juga peningkatan intensitasnya saat musim semi dan musim panas mempengaruhi jam biologis alami. Itu mempengaruhi hormon yang mengatur ritme tidur dan suasana hati.

Tingkat tak normal hormon serotonin dan melatonin orang yang mengalami gangguan afektif musiman akan menganggu ritme sirkadian. Laporan penelitian Seasonal Difference in Brain Serotonin Transporter Binding Predicts Symptom Severity in Patients with Seasonal Affective Disorder, gangguan depresi musiman berkemungkinan dialami orang yang otaknya mempertahankan tingkat serotonin yang tinggi mengarah lebih rendah. Orang dengan gangguan afektif musiman juga berkemungkinan memproduksi terlalu banyak melatonin, hormon yang mengendalikan tidur.

Faktor yang mempengaruhi penyebab

1. Jam biologis (ritme sirkadian)

Berkurangnya tingkat sinar matahari saat musim gugur dan musim dingin menyebabkan gangguan depresi . Penurunan sinar matahari ini mengganggu jam internal tubuh yang rentan berakibat depresi.

2. Kadar serotonin

Penurunan serotonin zat kimia otak (neurotransmiter) mempengaruhi suasana hati. Kondisi itu berkemungkinan menyebabkan orang mengalami gangguan afektif musiman . Intensitas sinar matahari yang berkurang menyebabkan penurunan serotonin yang rentan memicu depresi.

3. Kadar melatonin

Perubahan musim rentan mengganggu keseimbangan tingkat melatonin tubuh, yang berfungsi terhadap pola tidur dan suasana hati.***


Depresi Musiman Ternyata Perubahan Musim Bisa Akibatkan Depresi Kenapa