Dilihat : 101 kali

ARAH BAIK – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menanyakan kepada masyarakat soal kebijakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diberlakukan di Indonesia.

Perlu diketahui bhawa saat ini, harga BBM di Indonesia disebut sangat murah jika dibandingkan negara lain.

Karenanya, Jokowi menjelaskan kalau harga BBM di Indonesia bisa bertahan karena sudah disubsidi oleh APBN.

Tetapi, ia harus bertanya kepada masyarakat apakah mereka setuju jika harga BBM di Indonesia dinaikkan atau tidak.

Hal tersebut disampaikan oelh Jokowi dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden pada Kamis, 7 Juli 2022.

Jokowi memina agar semua pihak berhati-hati karena dampak perang Ukraina dan Rusia yang masih terus terjadi, salh satunya harga minyak terus melonjak.

Harga minyak dunia sebelumnya USD 60 per barel. Namun saat ini harga minyak mencapai USD 110-120 per barel yang artinya naik dua kali lipat.

Meskipun saat ini masih bisa dikendalikan, Jokowi menyebutkan kalau pemerintah sudah menggunakan APBN untuk subsidi harga BBM.

Tapi hal tersebut belum tentu bisa berlangsung lama, melihat apakah APBN masih sanggup memberi subsidi atau tidak.

“Jangan tepuk tangan dulu. Ini kita masih kuat dan kita berdoa supaya APBN tetap masih kuat memberi subsidi,” tuturnya.

“Kalau sudah tidak kuat, mau gimana lagi yak an? Kalau BBM naik ada yang setuju,” kata Jokowi.***


Pemerintah Akui Kesulitan Subsidi Bbm Terusterusan Jokowi Kalau Harga Bensin Naik Ada Yang Setuju