Dilihat : 120 kali

ARAH BAIK – Nilai tukar rupiah mulai melemah pada hari ini, Rabu, 6 Juli 2022. Tercatat merosot ke level Rp15.023 per dolar AS.

Melemahnya rupiah kemungkinan besar merupakan pengaruh dari resesi global.

Kendati demikian, Bank Indonesia (BI) masih bersikukuh untuk mempertahankan suku bunga.

Keputusan BI tersebut lantas mengundang kritik dari pengamat ekonomi dari Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan.

Menurut Anthony, kebijakan BI bisa mengakibatkan rupiah menembus angka Rp15.500 per dolar AS.

“Kebijakan BI pertahankan suku bunga acuan berakibat fatal, rupiah tembus Rp15.000 per USD,” kritik Anthony di akun Twitternya @AnthonyBudiawan pada Rabu, 6 Juli 2022.

Anthony juga menyoroti ancaman inflasi, yang saat ini diungkapnya sudah mencapai 4,35 persen.

Jauh di atas target yang harusnya hanya mencapai 2 hingga 4 persen.

Di sisi lain, Anthony turut menyoroti infalasi pangan yang melambung tinggi mencapai 8,26 persen.

“Karena inflasi per 06/2022 sudah capai 4,35 persen: lebih tinggi dari target 2-4 persen. Inflasi pangan lebih tinggi lagi: 8,26 persen. Kalau suku bunga tetap tidak naik, rupiah segera tembus Rp15.500, pungkasnya.

Kekhawatiran serupa turut disampaikan beberapa tokoh ekonomi lain.

Praktisi ekonomi, Roy Shakti mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini terancam dilanda krisis ekonomi.

Hal tersebut diungkapnya dalam video yang diunggak ke kanal YouTube-nya pada 18 Juni 2022 lalu.

“Kita berada di ambang krisis besar yaitu krisis pangan,” ujarnya.

Dalam pernyatannya Roy Shakti memperkirakan akan adanya kenaikan suku bunga. Pasalnya sekarang ini masih ada subsidi.

“Kemungkinan bunga akan naik, akan dicabut subsidinya, kembali ke awal yang 2,5 persen, KPR juga akan naik,” ujarnya.***


Rupiah Tembus 15 Ribu Per Dolar As Pakar Ekonomi Waswas Indonesia Bakal Dihantam Krisis Ekonomi