Dilihat : 158 kali

ARAH BAIK – Media Rusia melaporkan bahwa Amerika Serikat (AS) telah melakukan setidaknya 23 perang proksi di seluruh dunia dengan kedok kontraterorisme.

AS diduga menggunakan otoritas rahasia yang disebut ‘127e’ untuk meluncurkan setidaknya dua lusin perang peoksi sejak 2017.

Dikutip dari media Rusia RT pada Rabu 6 Juli 2022, kabar ini disebut pertama kali dibeberkan oleh sebuah artikel yang diterbitkan oleh The Intercept, Jumat 1 Juli lalu.

Artikel tersebut mengklaim telah memperoleh dokumen yang belum pernah dilihat sebelumnya dan berbicara dengan pejabat tinggi berpengetahuan mendalam tentang program ini.

Dikatakan bahwa dokumen itu diterima melalui Freedom of Information Act yang mengklaim bahwa artikel ini adalah konfirmasi resmi pertama bahwa setidaknya 14 program 127e aktif di kawasan Timur Tengah dan Asia Pasifik yang lebih besar baru-baru ini pada tahun 2020.

Secara total, Pentagon dlaporkan meluncurkan 13 program 127e terpisah di seluruh dunia antara 2017 dan 2020 yang menelan biaya sekitar USD 310 juta (4,6 triliun).

The Intercept menjelaskan bahwa 127e dalah satu dari beberapa otoritas yang hampir tidak dikenal yang diberikan kepada Departemen Pertahanan oleh Kongres selama dua dekade terakhir.

Otoritas ini memberi wewenang kepada pasukan komndo AS untuk melakukan ‘operasi kontraterorisme’ bekerja sama dengan pasukan mitra asing dan tersebar di seluruh dunia dengan pengawasan luar yang minimal.

Program ini memungkinkan AS untuk mempersenjatai, melatih, dan memberikan informasi intelijen kepada pasukan asing.

Namun, tidak seperti program bantuan asing pada umumnya yang berfokus pada pembangunan kapasitas lokal di negara-negara mitra, pasukan 127e diharapkan mengikuti peritah AS dan melalukan misi yang diarahkan Washington.

Mereka ditugaskan melawan musuh AS untuk mencapai tujuannya, yang pada dasarnya berfungsi sebagai wakil Pentagon.

Menurut The Intercept, hampir tidak ada informasi tentang operasi ini yang pernah dibagikan kepada anggota Kongres atau pejabat Departemen Luar Negeri.

Umumnya tidak diketahui dimana operasi ini dilakukan, termasuk frekuensi, target, atau bahkan identitas pasukan asing yang bekerja sama dengan AS untuk melaksanakannya.

Kritik terhadap program ini memperingatkan bahwa mereka dapat menyebabkan eskalasi militer tak terduga dan melibatkan AS dalam lebih dari selusin konflik di seluruh dunia, karena 127 e tidak mengizinkan pengawasan atau masukan dari pejabat urusan luar negeri.

The Intercept mencatat bahwa meskipun kumpulan dokumen terbaru menjelaskan lebih banyak tentang program 127e, sebagian besar masih belum diketahui oleh public dan anggota kongres, yang hampir tidak pernah menerima laporan apa pun yang berkaitan dengan program tersebut.

Seorang pejabat pemerintah yang mengetahui program tersebut, mengatakan kepada The Intercept bahwa sebagaian besar staf kongres bahkan tidak memiliki izin untuk melihat laporan 127e dan mereka jarang memintanya.

“Itu dirancang untuk mencegah pengawasan,” jelas sumber yang enggan disebutkan namanya tersebut.

Salah satu pendiri think tank kebijakan luar negeri AS, Stephen Semler mengatakan kepada The Intercept bahwa Pentagon lebih memilih untuk menjalankan operasinya dengan pengawasan minimal.

“Komunitas Operasi Khusus sangat menyukai otonomi, terang Semler.

Ia menambahkan bahwa hal ini sudah sangat dinormalisasi oleh pemerintah.

“Harus ada lebih banyak perhatian yang diperikan kepada otoritas ini, apakah itu pasukan khusus atau (Departemen Pertahanan) regular, karena itu benar-benar cara untuk menjual perang tanpa akhir,” kata Semler.***


Media Rusia Ungkap As Picu 23 Perang Di Seluruh Dunia Berkedok Kontraterorisme