Dilihat : 73 kali

ARAH BAIK - Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk atau lebih dikenal dengan Bank BNI ialah bank tertua yang dimiliki oleh pemerintah Indonesia. Pendirinya adalah Margono Djojohadikusumo yang merupakan Ketua Dewan Pertimbangan Agung Sementara pertama Indonesia.

Jalan Panjang BNI

Pada saat itu pemerintah ingin mencapai perekonomian yang lebih baik, serta mempunyai alat tukar yang bisa mendukung sebuah transaksi. Kemudian Pemerintah Indonesia memutuskan untuk mendirikan sebuah bank pada 19 September 1945.

Kemudian pemerintah pun memberikan tugas kepada Margono Djojohadikusumo yang juga sebelumnya seorang anggota Badan Penyidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Setalah itu dibentuklah Yayasan Poesat Bank Indonesia, pada 9 Oktober 1945. Hingga akhirnya pada 5 Juli 1946, tepat 76 tahun pada hari ini, berdirilah bank sentral dengan nama Bank Negara Indonesia. Kemudian Poesat Bank Indonesia dengan Bank Negara Indonesia melebur menjadi satu.

BNI sendiri mempunyai tugas untuk mengedarkan alat pembayaran yang sah pertama di Indonesia sesaat setelah berdiri. Kemudian pada 30 Oktober 1946 resmi diedarkan alat pembayaran yang nama nya ialah Oeang Republik Indonesia (ORI). Kala itu tampilan ORI berbentuk kertas dengan ditandatangani oleh Menteri Keuangan.

Dilansir dari situas resmi bni.co.id, BNI awalnya didirikan sebagai bank sentral dengan nama Bank Negara Indonesia berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No 2 1946 pada 5 Juli 1946. Lalu hari kelahiran BNI diperingati sebagai Hari Bank Nasional.

Kemudian, berdasarkan UU No. 17 tahun 1968, BNI ditetapkan menjadi “Bank Negara Indonesia 1946”, dan statusnya menjadi Bank Umum Milik Negara. BNI mengambil peran penting sebagai Bank yang diberi mandat untuk memperbaiki ekonomi rakyat dan berpartisipasi dalam pembangunan nasional dikukuhkan oleh UU No. 17 tahun 1968 tentang Bank Negara Indonesia 1946.

Berdasarkan PP No. 19 tahun 1992, pada 29 April 1992, bentuk hukum BNI disesuaikan menjadi Perusahaan Perseroan Terbatas (Persero). Penyesuaiannya ini tertera dalam Akta No. 131, tanggal 31 Juli 1992 yang dibuat di hadapan Muhani Salim.

BNI menjadi Bank BUMN (Badan Usaha Milik Negara) pertama yang menjadi perusahaan publik setelah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya pada tahun 1996. Guna memperkuat struktur keuangan dan daya saingnya di tengah industri perbankan nasional, BNI melakukan sejumlah aksi korporasi, antara lain proses rekapitalisasi oleh Pemerintah di tahun 1999, divestasi saham Pemerintah di tahun 2007, dan penawaran umum saham terbatas di tahun 2010.

Hingga kini, 60 persen saham-saham BNI dimiliki oleh Pemerintah RI, sedangkan 40 persen sisanya milik masyarakat, baik individu maupun institusi, domestik dan asing. Dengan kepercayaan masyarakat Indonesia, BNI kini tercatat sebagai bank nasional terbesar ke-4 di Indonesia, dilihat dari total aset, total kredit maupun total dana pihak ketiga.***


Genap 76 Tahun Bni Bank Pertama Milik Pemerintah Indonesia