Dilihat : 100 kali

ARAH BAIK – Para petani cabai merasa bahagia atas melambungnya harga cabai dalam beberapa pekan terakhir.

Namun disisi lain, petani juga selalu dihantui rasa khawatir, takut cabai yang ada di kebun miliknya dicuri atau dijarah orang.

Salah seorang petani cabai di Kampung Tegalega, Desa Langensari, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Enjang (50), menyebut saat ini para petani cabai termasuk dirinya telah diberi anugerah dengan tingginya harga cabai.

Hal ini tentu merupakan sebuah keuntungan bagi mereka karena harga cabai mengalami kenaikan hingga beberapa kali lipat dalam beberapa pekan terakhir.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur karena harga cabai yang saat ini tengah bagus-bagusnya. Sejak beberapa pekan terakhir, harga cabai terus merangkak naik bahkan hinggal beberapa kali lipat sehingga sangat menguntungkan bagi kami,” ujar Enjang, dikutip dari Pikiran-Rakyat.com Selasa, 5 Juli 2022.

Dikatakannya, dalam kondisi normal, harga cabai inul dari petani paling dihargai antara Rp15 ribu sampai Rp20 ribu per kilogram.

Namun, sejak hampir sebulan terakhir harga cabai di Garut terus naik dan kini sudah mencapai Rp80 ribu per kilogram.

Menurutnya, hal ini tentu menjadi berkah sangat berkah yang sangat besar bagi para petani cabai seperti dirinya. Apalagi, kejadian seperti ini tidak begitu sering terjadi.

Namun, diakuinya, sisi lain mahalnya harga cabai juga menimbulkan kekhawatiran  bagi dirinya.

Hal ini dikarenakan tingkat kerawanan penjarahan atau pencurian terhadap cabai yang sangat tinggi akibat harganya yang mahal.

Kebetulan, tutur Enjang, di kebunnya saat ini masih cukup banyak tanaman cabai yang berbuah dengan baik.

Sementara lokasi kebun berada cukup jauh dari rumahnya sehingga sangat rawan dicuri orang.

“Selain senang, mahanya harga cabai juga membuat saya khawatir, takut cabai yang belum dipanen malah dicuri orang. Makanya saat ini waktu saya lebih banyak dihabiskan di kebun ketimbang di rumah,” katanya.

Ia mengungkapkan, biasanya ia berada di kebun hanya pada siang hari dan itu pun rata-rata hanya setengah hari.

Namun sejak harga cabai mahal, waktunya lebih banyak dihabiskan di kebun, bahkan pada malam hari sekalipun.

Hal ini dikarenakan, selain harus merawat tanaman cabai dengan baik agar tak terserang hama, ia juga harus menjaganya dari aksi pencurian. Tak heran jika selama ini dirinya kadang terpaksa harus rela menginap di kebun.

Menurut Enjang, kalapun dirinya menginap di rumah, hatinya selalu was-was bahkan tak bisa tidur lelap akibat kekhawatiran yang dirasakannya kalau ada orang yang menjarah kebunnya dan mencuri cabai.

Apalagi cabai yang ditanamnya tak lama lagi akan siap untuk dipanen.

“Jika belum panen mah pasti akan selalu khawatir jika tak menginap di kebun. Untuk saat ini, saya harus rela siang malam terus-terusan berada di kebun untuk menjaga tanaman cabai dari serangan hama serta menjaga dari aksi pencurian dengan cara ngaronda di kebun,” ucap Enjing.

Meski merasa capek karena harus rela menghabiskan waktu di kebun, tetapi itu tak membuat Enjang merasa terbebani.

Semua rasa capek akan terobati ketika dirinya sudah melakukan panen dan menjual hasil panennya dengan harga yang sangat tinggi.

Tingginya tingkat kerawanan penjarahan atau pencurian cabai juga mendapat perhatian jajaran kepolisian.

Untuk membantu menjaga keamanan tanaman cabai milik warga, petugas dari kepolisian pun meningkatkan patrol pengamanan pada malam hari.

“Kami memahami adanya kekkawatiran warga terkait tingginya tingkat kerawanan penjarahan atau pencurian cabai khususnya yang masih ada di kebun. Oleh karenanya, kami pun meningkatkan patrol pada malam hari untuk membantu menjaga keamanan tanaman cabai warga,” kata Kapolsek Tarogong Kaler, Iptu Budiman Suhardiana.

Iptu Budiman menyampaikan bahwa di wilayahnya memang cukup banyak lahan yang digunakan untuk menanam sayuran termasuk cabai.

Lahan yang digunakan untuk menanam cabai juga banyak terdapat di sepanjang pinggiran Jalan Ibrahim Adjie.

Menurut Iptu Budiman, patrol yang secara rutin dilakukannya ini diharapkan bisa memberikan rasa aman dan tenang bagi warga termasuk para petani cabai.

Pihaknya pun berjanji untuk menindak tegas setiap pelaku pelanggaran hukum termasuk pelaku pencurian cabai yang tentu sangat merugika warga.

“Tak hanya patrol, kami juga ikut ngaronda di kebun bersama warga. Ini semua kami lakukan untuk memberikan rasa aman dan tenang terhadap warga dari ancaman pelaku kejahatan termasuk aksi pencurian cabai yang saat ini tingkat kerawanannya tinggi karena harganya yang sedang mahal,” ujar Iptu Budiman.***


Efek Harga Cabai Mahal Petani Di Garut Rela Jaga Kebun Hingga Malam Agar Tak Kemalingan