Dilihat : 94 kali

ARAH BAIK - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan yang juga Koordinator PPKM Jawa-Bali menjelaskan, paling lama dua minggu lagi pemberlakuan vaksin booster sebagai syarat perjalanan dan masuk mall diterapkan.

Keputusan ini melihat pada hasil Rapat Terbatas Kabinet yang dipimpin pleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kebijakan ini akan diatur melalui peraturan Satgas penanganan Covid-19 dan peraturan turunan lainnya.

"Pemerintah akan kembali menerapkan kebijakan insentif dan disinsentif dengan kembali mengubah dan memberlakukan persyaratan vaksinasi booster sebagai syarat mobilitas masyarakat ke area publik. Selain itu, pemerintah juga akan kembali menerapkan persyaratan vaksinasi booster sebagai syarat perjalanan baik udara, darat, maupun laut, yang akan dilakukan maksimal dua minggu lagi," kata Luhut seperti dikutip dari Antara, Selasa 5 Juli 2022.

Ia juga menambahkan pengetatan syarat jalan dan berpergian itu mesti dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan kasus Covid-19 yang melonjak signifikan, seperti di Prancis, Italia, dan juga Jerman.

Tidak hanya itu, kenaikan ini juga terjadi pada negara tetangga, Singapura. Luhut menambahkan penerapan kebijakan ini sebagai syarat mobilitas yang dilatarbelakangi oleh capaian vaksinasi booster yang masih rendah.

Berdasarkan data Peduli Lindungi, dari rata-rata orang masuk mal per hari sebesar 1,9 juta orang, hanya 24,6 persen yang sudah booster.

Ia mengatakan di tengah peningkatan kasus yang terjadi, hal ini tentu sangat mengkhawatirkan. Apalagi tambahnya antibodi masyarakat akan semakin berkurang.

"Untuk mendorong vaksinasi booster, syarat perjalanan dan masuk tempat umum seperti mall dan perkantoran, akan diubah jadi vaksinasi booster. Sentra vaksinasi di berbagai tempat, seperti bandara, stasiun kereta, terminal, dan pusat perbelanjaan juga akan diaktifkan kembali untuk memudahkan masyarakat mengakses vaksinasi," ungkap Luhut.

Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) itu menambahkan, pemerintah juga telah meminta kepada TNI, Polri, serta pemerintah daerah untuk kembali mendorong kebijakan vaksinasi dan juga tracing (pelacakan).

Hal itu dilakukan untuk mencegah kenaikan kasus secara meluas ke depannya sekaligus mempersiapkan langkah-langkah mitigasinya.

"Pemerintah hingga hari ini masih dan akan terus memberlakukan aturan PPKM Jawa-Bali hingga waktu yang masih belum ditentukan. Semua akan mengikuti hasil evaluasi yang dipimpin langsung oleh presiden secara berkala," tegasnya.***


Dua Minggu Lagi Wajib Vaksin Booster Saat Bepergian Dan Masuk Mall