Dilihat : 72 kali

ARAH BAIK - Rukun haji adalah syarat yang wajib yang dilakukan ketika menunaikan ibadah haji.

Agar ibadah hajinya sah dan tercapai dengan baik, maka orang muslim yang berhaji harus memenuhi kewajiban dan syaratnya.

Sesuai syariat Islam, rukun haji terdiri atas lima hal meski sejumlah ulama ada yang berpendapat lain yang menyebutnya empat sampai enam hal.

Dari perbedaan pendapat tersebut, inti rukun berhaji tetap sama, unsur yang menjadi pembeda ada pada beberapa poin yang sebelumnya dipecah lalu menjadi satu makna.

Rukun haji disebutkan ke dalam lima point inti, sebagaimana dalam keterangan berikut.

وأركان الحج خمسة الإحرام مع النية والوقوف بعرفة والطواف بالبيت والسعي بين الصفا والمروة والحلق

Artinya: "Rukun haji ada lima yaitu ihram serta niat, wukuf di Arafah, tawaf di Ka'bah, sa'i pada Shafa dan Marwa, dan cukur," (Mata Abi Syuja).

Rukun Haji

Berikut ada lima rukun haji yang perlu dilaksanakan agar hajinya sah, berdasarkan laman NU Online :

1. Ihram

Ihram atau berihram adalah keadaan seseorang yang sudah berniat menjalankan ibadah haji atau umrah. Dalam istilah fiqih, ihram berarti niat untuk masuk ke wilayah yang di dalamnya diberlakukan keharaman selama beribadah haji.

Diantaranya para jamaah haji laki-laki tidak memakai pakaian yang dijahit tetapi berupa kain. Begitu juga dengan perempuan tidak menggunakan sarung tangan atau menutup wajah.

Kemudian tidak diperbolehkan berhubungan suami istri, membunuh, memotong rambut, dan tidak memakai wangi-wangian.

2. Wukuf di Padang Arafah

Rukun haji yang kedua yaitu wukuf di Padang Arafah sebagai pertanda puncak dari rangkaian ibadah haji. Di Padang Arafah ini para jamaah diwajibkan membaca takbir dan tahmid.

Wukuf di Padang Arafah menjadi pengingat saat Nabi Adam dan Hawa diturunkan ke bumi pertama kalinya dari surge karena sudah ingkar pada perintah Allah oleh tipu daya Iblis. Kisah keduanya ini dipisahkan oleh Allah di dunia selama 40 tahun untuk bisa bertemu kembali.

Dikarenakan wukuf di Padang Arafah masuk ke dalam rukun haji, apabila tidak dilaksanakan maka hajinya tidak sah.

3. Tawaf di Ka’bah

Tawaf juga termasuk dalam rangkaian rukun haji dan umroh, yaitu dengan cara mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali di Masjidil Haram.

Saat bertawaf, jamaah tidak sebatas hanya berkeliling. Melainkan perbanyak berdoa serta harus dalam keadaan suci dari hadas kecil maupun besar.

Putaran awal dan akhir untuk memulai tawaf ini dari tempat yang sejajar dengan Hajar Aswad di salah satu sudut ka’bah. Titik awal tawaf ini mempunyai makna bahwa kita memulai hidup dan berakhir sama yaitu akan kembali kepada Allah SWT.

4. Sa’I di Shafa dan Marwa

Sa’I yaitu ibadah yang dilakukan dengan cara berlari-lari kecil atau berjalan kaki sebanyak 7 kali dari bukit Shafa ke bukit Marwa dan sebaliknya.

Jarak kedua bukit satu sama lain sekitar 405 meter. Hukum sa’I bagi yang berhaji adalah wajib, sementara sa’I sendiri memiliki arti berusaha atau berjalan.

Pelaksanaan sa’I sekaligus mengingatkan manusia untuk selalu berusaha,sebagaimana kisah Siti Hajar. Ia sangat meyakini akan mendapat pertolongan Allah sehingga sebagai orang Muslim kita tidak boleh boleh mudah putus asa, ketika menghadapi segala situasi.

5. Tahallul

Tahallul atau mencukur rambut sebaiknya dilakukan sejak awal ketika sudah sampai Mina, setelah melaksanakan mabit dari Muzdalifah, untuk selanjutnya melontar Jumrotul Aqabah.

Apabila mencukur rambut kepalanya secara keseluruhan maka disebut halq, sedangkan jika mencukur hanya sebagian rambut di kepala yaitu taqshir.

Tahallul ini adalah rangkaian rukun haji terakhir untuk dilaksanakan, karena berarti menghalalkan atau memperoleh suatu hal yang sebelumnya diharamkan selama ibadah.

Cukur rambut memiliki makna penting sebagai pertanda membuka lembaran kehidupan baru yang lebih baik sesuai tuntunan Allah SWT.

Itulah rukun haji yang perlu dilakukan secara berurutan agar ibadahnya sah. ***


5 Rukun Haji Sesuai Syariat Islam