Dilihat : 78 kali

ARAH BAIK - Istilah strict parents kerap dialamatkan pada orang tua yang bersikap tegas pada anak-anaknya. Sikap tegas ini yang dianggap anak-anak sebagai orang tua yang galak.

Oran tua seringkali pusing, gara-gara tindakan tegasnya sering disalah artikan oleh anaknya, sebagai galak, mengekang, dan tidak paham anak-anak zaman sekarang. Istilahnya, orang tua otoriter.

Orang tua menjadi strict parents karena berbagai hal, termasuk alasan baik atau alasan egois.

Mengutip dari berbagai sumber, beberapa orang tua menjadi strict parents karena mereka mempunyai harapan yang tinggi kepada anak-anaknya, mereka mengajari anak-anak mereka agar disipilin demi masa depan sang anak. Orang tua ini memiliki kepentingan terbaik anak-anak mereka di hati.

Namun ada juga beberapa orang tua strict mengontrol karena mereka takut dianggap sebagai orang tua  yang tidak kompeten jika anak-anak mereka melakukan kesalahan. Ini yang dikenal sebagai alasan egois.

Banyak orang tua percaya bahwa seseorang hanya bisa menjadi orang tua yang tegas. Karena mereka tidak ingin mempunyai anak yang membangkang.

Dalam psikologi, strict parents didefinisikan sebagai orang tua yang menempatkan standar dan tuntutan tinggi pada anak-anak mereka. Mereka bisa menjadi otoriter, tergantung pada keyakinan disiplin orang tua dan responsivitas terhadap kebutuhan anak mereka.

Kebanyakan dari orang tua yang bersikap tegas bersikap dingin, tidak responsive, dan tidak mendukung anak-anak mereka. Aturan mereka seringkali terlalu ketat dan sewenang-wenang.

Banyak orang yang bermaksud baik percaya bahwa mereka melakukan yang terbaik untuk anak-anak mereka dengan menetapkan batasan yang ketat dan kaku. Meskipun Anda mungkin memaksa anak-anak Anda untuk patuh sementara, pola asuh yang terlalu ketat menciptakan masalah perilaku.

Berikut ini Ciri-Ciri Strict Parents :

  • Ingin anak-anak mengikuti perintahnya tanpa diberi pertanyaan
  • Rasakan bahwa ketaatan sama dengan cinta
  • Tidak membuka ruang komunikasi terbuka dengan anak
  • Memiliki aturan ketat yang harus dipatuhi anak-anak
  • Hukum anak-anak dengan keras kalau melakukan kesalahan
  • Tidak menunjukan sisi sayang atau hangat ke anak
  • Sangat menuntut

Lalu, apa bahaya menjadi strict parents bagi anak?

Saat menjadi orang tua, Anda pasti ingin segala sesuatu yang terbaik buat anaknya. Oleh karena itu, orang tua seringkali dituntut untuk menjadi sosok yang tegas dan keras.

Akan tetapi hati-hati, menjadi orang tua yang tegas atau strict parents bukan berarti harus jadi otoriter. Pola asuh seperti ini  bisa menjadi kekerasanfisik dan emosional.

Meskipun memiliki batasan dan harapan terhadap anak-anak Anda adalah hal yang sehat, aturan harus diseimbangkan dengan kehangatan dan rasa hormat terhadap anak Anda juga.

Anak-anak dari orang tua yang strict parents mungkin memiliki beberapa masalah berikut:

1. Tingkat percaya diri yang rendah

Sebuah penelitian terhadap mahasiswa menemukan bahwa mereka yang orang tuanya lebih otoriter dan terlalu keras memiliki harga diri yang rendah.

Merekamemiliki lebih banyak masalah perilaku dan menunjukan lebih sedikit inisiatif dan ketekunan daripada siswa yang orang tuanya tidak begitu strict.

2. Depresi

Dalam pola asuh strict parents, biasanya anak-anak tidak mendapatkan kesempatan untuk bisa mengungkapkan perasaan mereka. Anak-anak dengan orang tua yang kritis terhadap mereka dan mengabaikan perasaan mereka lebih mungkin untuk mengembangkan depresi dan kecemasan.

3. Jadi Pembully atau dibully

Dalam berbagai film, Anda mungkin sering melihat anak yang memiliki orang tua yang keras cenderung jadi anak yang nakal dan penindas di luar rumah. Mereka lebih cenderung menjadi penganggu karena mereka melihat perilaku itu dicontoh di rumah.

Namun bukan hanya penindas, anak-anak dari orang tua yang otoriter juga bisa jadi korban bully. Mereka memiliki harga diri yang lebih rendah dan merupakan target yang lebih mudah bagi para penganggu.

4. Obesitas

Anak usia sekolah dengan orang tua yang keras 41% lebih mungkin mengalami obesitas daripada anak dengan orang tua otoriter.

5. Masalah perilaku

Sebuah penelitian terhadap 600 anak berusia 8 hingga 10 tahun menunjukan bahwa mereka yang memiliki orang tua yang otoriter memiliki masalah perilaku yang banyak. Mereka menunjukkan perilaku yang lebih menantang, hiperaktif, dan perilaku antisosial. Mereka juga lebih banyak masalah emosional dan menunjukkan lebih sedikit perilaku proporsional.

6. Masalah dengan pengaturan diri

Sebuahpenelitian di University of Georgia menemukan bahwa anak-anak yang mempunyai strict parents lebih cenderung bertingkah.

Mereka juga menganggap kurang mampu mengatur dirinya sendiri dan memecahkan masalah begitu mereka dewasa. Ketika anak-anak masih kecil, orang tua mereka memiliki kemampuan lebih untuk menegakkan.***


Ciriciri Strict Parents Dan Bahayanya