Dilihat : 102 kali

ARAH BAIK - Pemerintah melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) akhirnya membuka suara mengenai kriteria yang tidak berhak membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis penugasan seperti Pertalite dan Solar Subsidi.

Untuk JBKP atau Pertalite, kendaraan yang dilarang membeli Pertalite diantaranya adalah Mobil Mewah dengan Cubicle Centimeter (CC) di atas 2.000 dan juga kendaraan bermotor mewah.

“Mobil plat hitam masih bisa, kecuali yang di atas 2.000 termasuk mobil dan motor mahal. Plat kuning dan angkutan barang masih boleh,” jelas Anggota Komite BPH Migas, Saleh Abdurrahman dalam Webinar Virtual “Generating Stakeholders Support For Achievieng Effectiveness of Duel and LPG Subsidies”, Rabu 29 Juni 2022.

Lalu, bagaimana dengan mobil baru seperti LCGC yang terlihat mewah tetapi memiliki CC kecil. Ia bilang, sejatinya jika mobil tersebut terhitung mahal semestinya pembeli mobil tersebut.

“Mobil kluster baru dari pabrikan biasanya direkomendasikan untuk menggunakan octane tinggi, bisa lebih hemat dan pro lingkungan harapan kami begitu,” kata Saleh.

Menurut Saleh, kendaraan yang dilarang menggunakan Solar Subsidi, yaitu mobil yang berplat hitam, terkecuali plat hitam perorangan bak terbuka, alasannya karena masih banyak saudara-saudara yang membutuhkan solar subsidi untuk usahanya di kampung.

Selain itu, untuk angkutan barang yang berplat kuning bisa memakai solar subsidi dengan membawa surat rekomendasi dari dinas setempat. Begitu juga dengan mobil pengangkutan perkebunan rakyat, kelapa dan kopi serta perikanan yang saat ini maksimum gross ton hingga 30 ton.

Tapi sekali lagi, ini masih draft usulan. Kriteria masih bisa berubah karena ini masih bersifat draft sementara,” katanya.

Seperti yang diketahui, pada 1 Juli 2022 pengguna BBM Subsidi dan penugasan sudah harus melakukan pendaftaran di My Pertamina. Khususnya untuk 11 kota/kabupaten yang ditetapkan.

Coporate SecretaryPertamina Patra Niaga, Irto Ginting menjelaskan bahwa pada prinsipnya tanggal 1 Juli 2022 ini baru memasuki pendaftaran ke website My Pertamina melalui subsiditepat.mypertamina.id. Sehingga, pembelian atau transaksi masih tetap seperti biasa.

“Pembayaran juga tidak harus pakai aplikasi MyPertamina, bisa pakai kartu, maupun cash. Itu optional,” ungkap Irto , Selasa, 28 Juni 2022.

Maksud dan tujuan pendaftaran pembeli Pertalite dan Solar Subsidi melalui website My Pertamina ini adalah kelak untuk menentukan siapa yang berhak menerima BBM jenis penugasan dan subsidi itu. Hal ini supaya penggunaan BBM tersebut bisa lebih tepat sasaran.

Pemerintah masih menentukan kriteria siapa kendaraan yang berhak menggunakan BBM Pertalite dan Solar Subsidi melalui Revisi PeraturanPresiden (Perpres) Nomor 191 tahun 2014 tentang Penyediaaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM.

Pengguna yang sudah melakukan pendaftaran kendaraan dan identitasnya kemudian akan mendapatkan notifikasi melalui email yang didaftarkan. Pengguna yang terdaftarakan mendapatkan QR code khusus yang menunjukkan bahwa data mereka telah cocok dan dapat membeli Pertalite dan Solar di SPBU. ***


Kendaraan Ini Dilarang Memakai Pertalite