Dilihat : 90 kali

ARAH BAIK - PT Pertamina Patra Niaga akhirnya angkat bicara mengenai rencana perusahaan yang akan membatasi pembelian Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) seperti Pertalite dan Solar Bersubsidi. Adapun pembeli jenis BBM dua tersebut harus mendaftar terlebih dahulu ke website My Pertamina mulai 1 Juli 2022.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution menjelaskan bahwa, menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) subsidi, merupakan salah satu Amanah yang diberikan kepada Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) dalam rangka memenuhi kebutuhan energi yang terjangkau bagi masyarakat.

Sebagai BBM bersubsidi, penyaluran Solar dan Pertalite penugasan ini diatur dalam regulasi, antara lain PeraturanPresiden No. 191/2014 dan Surat Keputusan (SK) BPH Migas No. 4/2020.

“Dalam menyalurkan BBM subsidi adaa aturannya, baik dari sisi kuota atau jumlah maupun dari sisi segmentasi penggunanya. Saat ini, segmen pengguna solar subsidi ini sudah diatur, sedangkan Pertalite segmentasinya penggunanya masih terlalu luas. Sebagai badan usaha yang menjual Pertalite dan Solar, kami harus patuh, tepat sasaran dan tepat kuota dalam menyalurkan BBM yang disubsidi pemerintah,” jelas direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution, Senin 27 Juni 2022

Saat ini masih terjadi di lapangan adanya konsumen yang tidak berhak mengkonsumsi Pertalite dan Solar dan jika tidak diatur, besar potensinya kuota yang telah ditetapkan selama satu tahun tidak akan mencukupi. Untuk memastikan mekanisme penyaluran makin tepat sasaran, maka Pertamina Patra Niaga berinsiatif dan berinovasi untuk melakukan uji coba penyaluran Pertalite dan Solar bagi pengguna berhak melakukan uji coba penyaluran Pertalite dan Solar bagi pengguna berhak yang sudah terdaftar di dalam aplikasi My Pertamina.

“Kami menyiapkan website My Pertamina yakni subsidi tepat My Pertamina yang dibuka pada 1 Juli 2022. Masyarakat yang merasa berhak menggunakan Pertalite dan Solar dapat mendaftarkan datanya melalui website ini, untuk kemudian menunggu apakah kendaraan dan identitasnya terkonfirmasi sebagai pengguna yang terdaftar. Sistem My Pertamina ini akan membantu kami dalam mencocokan data pengguna,” sambung Alfin.

Ia bilang, masyarakat tidak perlu khawatir apabila tidak memiliki aplikasi MyPertamina, karena pendaftaran dilakukan semua di website MyPertamina subsidi tepat My Pertamina.

Bagi pengguna yang sudah melakukan pendaftaran kendaraan dan identitasnya kemudian akan mendapatkan notifikasi melalui email yang didaftarkan. Pengguna terdaftarakan mendapatkan QR code khusus yang menunjukan bahwa data mereka telah cocok dan dapat membeli Pertalite dan Solar.

“Yang terpenting adalah memastikan menjadi pengguna terdaftar di website My Pertamina, jika seluruh data sudah cocok maka konsumen dapat melakukan transaksi di SPBU dan seluruh transaksinya akan tercatat secara digital. Inilah yang kami harapkan, Pertamina dapat mengenali siapa saja konsumen Pertalite dan Solar sehingga kedepannya, bisa menjadi acuan dalam membuat program ataupun kebijakan terkait subsidi energy bersama pemerintah sekaligus melindungi masyarakat yang saat ini berhak menikmati bahan bakar bersubsidi,” sambungnya.

Hingga saat ini Pertamina Patra Niaga terus memperkuat infrastruktur serta ke sistemnya untuk mendukung program penyaluranPertalite dan Solar secara tepat sasaran. Direncanakan, uji coba awal akan dilakukan di beberapa kota/kabupaten yang tersebar di 5 Provinsi antara lain, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Jawa Barat, dan DIY. ***


Pembeli Pertalite Harus Daftar My Pertamina Mulai 1 Juli 2022