Dilihat : 91 kali

ARAH BAIK – Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 masih menjadi sorotan. Gejala ringan membuat penyakit ini sering tidak terdeteksi.

Omicron BA.4 dan BA.5 merupakan subvarian baru dari virus corona penyebab Covid-19 yang menghantui Indonesia selama akhir-akhir ini. Subvarian ini yang menjadi meningkatkanya angka kasus Covid-19 di Indonesia setelah sebelumnya yang sudah menurun.

Pada dasarnya, subvarian ini tidak jauh berbeda dengan pendahulunya. Hanya saja, subvarian ini bisa menular dengan cepat.

Dilihat darigejalanya , subvarian baru ini juga memunculkan tanda-tanda yang cukup ringan dibandingkan Delta.

Hanya saja, gejala ringan ini sering disangka sebagai flu biasa. Dokter spesialis paru dari RSUP Persahabatan Jakarta, Erlina Burhan menjelaskan ada dua gejala umumnya. Kedua gejala tersebut yaitu nyeri tenggorokan dan batuk.

“Dua keluhan, sakit tenggorokan dan batuk. Kalau Delta dulu itu, kan demam. Ini (Omicron BA.4 dan BA.5) tidak. Justru batuk dan sakit tenggorokan saja,” ucap Erlina.

Gejala yang ringan itu kerap disepelekan. Masyarakat juga sungkan melakukan pemeriksaan karena hanya menganggap itu flu biasa.

“karena mirip flu, orang malas melakukan swab. Padahal, ini penting untuk tracing dan pengobatan yang tepat,” kata Erlina.

Ada beberapa gelaja selain batuk dan nyeri tenggorokan :

  • Pilek atau hidung tersumbat
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Badan terasa lemas, dan
  • Nyeri otot

Meski gejala ini mirip dengan flu biasa, bukan berarti harus disepelekan. Segera lakukan pemeriksaan dengan melakukan tes swab, baik antigen ataupun PCR.

Semakin cepat diketahui, semakin mudah proses pemulihan tubuh.

Sampai saat ini, Indonesia telah mencatat lebih adri 100 kasus Omicron BA.4 dan BA.5 sebagian besar pasien mengalami gejala ringan hingga sedang.

Gelombang Covid-19 varian Omicron baru ini diprediksi pada pekan kedua atau ketiga Juli 2022. ***


Awas Gejala Omicron Ba4 Dan Ba5 Sering Disangka Flu Biasa