Dilihat : 66 kali

ARAH BAIK - Pada 2030 Indonesia akan menjadi pemimpin pasar di Asia Tenggara, dan akan disusul oleh Vietnam dan juga Malaysia. Karena itu, Menteri BUMN Erick Thohir berharap pertumbuhan ekonomi Indonesia, tidak hanya mengandalkan sumber daya alam, namun juga harus diperkuat dengan ekonomi berbasis pengetahuan.

"Bicara infrastruktur dan digitalisasi saat ini Indonesia yang paling advance, namun skilled labor [kemampuan tenaga kerja] salah satu yang tertinggal, saya harus jujur," ungkap Erick, Selasa 21 Juni 2022.

Padahal ke depan, akan banyak pekerjaan yang hilang seperti, jasa penyiapan makanan, tenaga administrasi perkantoran, tenaga jasa transportasi, tenaga produksi manufaktur non-auto, konstruksi dan ekstraksi, pertanian dan perikanan tradisional, sales, social media manager, dan jasa pengamanan.

"Jenis usaha berubah, studi di Jerman, AS, dan Australia menyebutkan pekerjaan banyak yang hilang dibandingkan yang tumbuh. Saya juga galau, kalau kita hanya jadi penonton. Ini bukan era kita jadi penonton apalagi pertumbuhan ekonomi bagus," tegas Erick.

Adapun pekerjaan yang terkait teknologi ada 17 juta lapangan pekerjaan pada 2024. Erick menyebutkan kalau ke depan semua akan teknologi, baik pendidikan, pertanian, maupun pertambangan.

Tidak heran, melalui Freeport, Kementerian BUMN akan meluncurkan 5G Mining pertama di Asia Tenggara. "Ini sebuah era yang berbeda!" tegas Erick.

Ke depan menurut Erick, yang dibutuhkan Indonesia adalah data scientist, AI expert, software dan game developer, analis big databio technology, serta mining scientist.***


9 Pekerjaan Ini Akan Hilang Di 2030 Apa Saja