Dilihat : 62 kali

ARAH BAIK – Kenaikan kasus Covid-19 terus melejit. Dalam enam hari terakhir, kasus konfirmasi positif secara berturut-turut berada di atas angka 1.000 per hari.

Kemarin, kasus konfirmasi nyaris mencpai 2.000 kasus. Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, tambahan kasus kemarin tercatat sebesar 1.985 kasus, lebih tinggi dari hari sebelumnya.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyayangkan hal ini karena dalam dua bulan terakahir, kasus harian berhasil dipertahankan di bawah 1.000 kasus.

“Meskipun angka kenaikan ini terbilang tinggi dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia secara keseluruhan, tetapi kenaikan ini merupakan alarm yang perlu kita waspadai,” Wiku dalam keterangan pers.

Kenaikan kasus yang dikhawatirkan akan memicu gelombang empat Covid-19. Wiku menilai kenaikan kasus terbilang wajar karena mobilitas masyarakat kembali meningkat karena sejumlah pelonggaran.

Menurutnya, protokol kesehatan harus di tekan lagi, dan setiap individu sedianya turut bertanggung jawab melindungi diri dan untuk orang-orang terdekat.

Dari perkembangan penanganan terkini, kenaikan kasus mingguan sebesar 105%. Dari 688 pada pekan lalu, menjadi 7.587 di pekan ini. Kenaikan ini turut mempengaruhi kenaikan kasus aktif, yang sebelumnya 4.734 menjadi 9.594 pada minggu ini.

Kenaikan terbanyak berasal dari 3 provinsi, yaitu, DKI Jakarta (naik 2.769 kasus), Jawa Barat (naik 686 kasus), dan Banten (naik 285 kasus).

Dengan meningkatnya kasus positif dan kasus aktif, maka seharusnya kasus kematian ditekan dan persentase kesembuhan ditingkatkan. Namun, di minggu terakhir ini kenaikan kematian mingguan dari 28 menjadi 44 kasus.

Dengan naiknya angka kematian, maka seharusnya segera melakukan evaluasi dan mitigasi agar kematian tidak terus menerus naik.

“Meskipun jumlahnya tidak besar dibandingkan jumlah kasus positif, seharusnya jumlah kematian dapat ditekan. Selalu saya tekankan bahwa 1 kematian saja terbilang nyawa,” ucap Wiku.

Meskipun persentase kesembuhan terbilang masih tinggi yakni 97,28%, angka ini sedikit menurun. Seharusnya, angka kembali didorong agar terus meningkat, beriringan dengan upaya penurunan tren kematian.

Hal lain yang menjadi perhatian, dalam masa terjadi kenaikan kasus, testing menjadi salah satu indikator penting. Karena dengan angka yang tinggi akan meningkatkan keakuratan jumlah kasus positif di tengah masyarakat.

Data testing minggu ini, jumlah orang yang diperiksa sebesar 340.723, atau mencapai 126,19% dari target WHO. Angka ini mengalami kenaikan selama 3 minggu terakhir.

Wiku menegaskan, ada kabar baik dari perkembangankasus Covid-19 yakni pada angka positivity rate mingguan yang angkanya masih di bawah 5% hingga Minggu ini.

Ia juga menekankan agar hal ini harus diwaspadai, karena terjadi kenaikan selama 4 minggu berturut-turut dari sebelumnya 0,33% di minggu ke-4 Mei, menjadi 2,23% di minggu ini.

Untuk menyikapi perkembanagan penanganan Covid-19 terkini, secara umum ada beberapahal yang perlu diwaspadai.

Mulai dari deteksi kasus sedini mungkin dengan meningkatkan kesadaran menuju ke tempat testing Covid-19 untuk diperiksa. Terutama kepada individu yang bergejala atau setelah itu berkontakerat dengan pasien Covid-19.

Selain itu, kepada pemerintah daerah untuk kembali memastikan bahwa tempat testing ada dan mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.***


Penyebab Kasus Covid19 Minggu Ini Tembus Hingga 105 Persen