Dilihat : 64 kali

ARAH BAIK – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar pemantauan hilal atau rukyatul hilal untuk menentukan kapan awal bulan Dzulhijjah 1443 H sekaligus Hari Raya Idul adha 1443 H pada Rabu, 29 Juni 2022.

“Betul, Lembaga Falakiyah PBNU akan melakukan pemantauan hilal pada 29 Juni bertepatan dengan 29 Dzulhijjah 1443 H,” kata pengurus Lembaga Falakiyah PBNU, Ma’rufin Sudibyo.

Ma’ruffin memaparkan bahwa pemantuan hilal akan digelar di 55 titik lokasi seluruh wilayah Indonesia. Nantinya, para perukyatakan melakukan tugasnya sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Ia juga menjelaskan Lembaga Falakiyah PBNU tetap menerapkan kriteria Imkan Rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU) sebagai landasan untuk penerimaan atau penolakan laporan pemantauan hilal. Kriteria itu menjelaskan bahwa ketinggian hilal minimal 3 derajat dan elongasi hilal minimal 6,4 derajat.

“Kriteria IRNU mulai diterapkan sejak Ramadhan 1443H/April 2022 M dan akan dipakai terus sampai ada keputusan masa depan yang baru,” kata Ma’ruffin.

Pemerintah melalui Kementerian Agama belum menentukan kapan jatuhnya Hari Raya Idul Adha tahun ini. Kalender masehi yang dikeluarkan pemerintah menunjukan Idul Adha 1443H jatuh pada 9 Juli 2022.

Kemenag berencana akan menggelar sidang isbat dan pemantuan hilal untuk menetukan awal bulan Dzulhijjah 1443H sekaligus menentukan jatuhnya hari Raya Idul Adha pada Rabu, 29 Juni 2022.

Muhammadiyah telah menetukan 10 Dzulhijjah jatuh pada hari Sabtu, 9 Juli 2022. ***


29 Juni Pbnu Akan Pantau Hilal Kapan Jatuhnya Hari Raya Idul Adha 2022