Dilihat : 431 kali

SURAT TERBUKA UNTUK EMAK-EMAK

ARAH BAIK, TERE LIYE - Penulis Tere Liye dalam akun Facebook @Tere Liye menulis surat terbuka untuk emak-emak yang mengeluhkan tentang minyak goreng yang mengalami kenaikan harga dan stok langka.

Berikut ini isi dari surat terbuka yang ditulis oleh Tere Liye kepada emak-emak yang mengeluhkan soal minyak goreng :

Dear emak-emak, dimanapun kalian berada,

1. Kalian kesal lihat harga minyak goreng naik nyaris 2x lipat? Marah? Maka ketahuilah, makanya lain kali pintar dikit gitu loh.

2. Indonesia itu jutaan lahannya dikasihkan ke perusahaan sawit, mereka itu nanam di atas tanah milik negara. Sudah nanam numpang, jual mahal pula. Bedebah memang.

3. Apakah biaya produksi nanam sawit nambah? Jadi harga harus naik? TIDAK. Sama sekali tidak. Yang bikin harga minyak ini naik, karena harga internasional naik. Itu saja. Biaya produksi mah kalaupun naik tidak signifikan. Perusahaan sawit rugi jika jual murah? Coba suruh mereka buka2an biaya produksi deh. Bukan berlindung dibalik argumen supply and demand.

4. Lantas kenapa pemerintah tidak bisa memaksa perusahaan sawit jual murah di Indonesia? Gimana mereka mau maksa? Coba cek, elit-elit menteri, dkk itu berapa orang diantara mereka yg punya perusahaan sawit? Berapa orang diantara mereka yg diuntungkan gara-gara minyak goreng naik.

5. Maka, emak-emak sekalian, pintar dikit gitu loh. Tahun 2024 nanti, JANGAN lagi dipilih partai-partai ini, orang-orang ini. Jangan mau ditipu dengan pencitraan mereka. Pura-pura sederhana, bersahaja, pura-pura bagi minyak goreng. Pura-pura wong cilik. Tapi omong kosong.

6. Kalian sakit hati tidak, sudah minyak goreng naik, kalian malah diomelin, “Ini yg nimbun emak-emak di dapur”. “Ini emak2 sih bego, masak kok digoreng mulu”. “Salah emak2 sendiri, sudah tahu mahal dibeli”. “Harusnya bangga dong bisa beli mahal”.

7. Jadi, cukuplah basa-basi ini. Cukup 50% saja emak-emak di Indonesia ini sepakat tidak mau lagi milih partai-partai ini, orang ini, wuiih, itu elit-elit parpol bisa merangkak mengemis loh. Tapi apa yg terjadi? Emak-emak mudaaah sekali ditipu, lagi, lagi dan lagi.

8. Tahun 2024 saatnya milih yang lain. Nah, jika yang dipilih ini tetap sama kacaunya, 2029 ganti lagi. Pokoknya tidak ada nge-fans, loyalitas, apalagi jilat-jilat. Mereka itu pembantu kita loh. Tidak becus kerja, GANTI!

Demikianlah surat ini. Nah, jika 2024 masih partai-partai ini saja yg berkuasa, orang-orang itu yang memimpin dan harga minyak goreng terus meroket, duh Gusti, itu sih emak-emak sendiri yang ambyar.***

(Penulis surat untuk emak-emak : Tere Liye)


Surat Terbuka Untuk Emakemak Yang Ngeluh Soal Minyak Goreng