Dilihat : 66 kali

ARAH BAIK - Virus Corona dikenal sebagai virus yang dapat bermutasi menjadi sejumlah subvarian baru yaitu jenis Omicron BA.4 dan BA.5 yang dinilai  lebih menular dibandingkan strain asli (BA.1) maupun varian lainnya.

Virus Corona Omicron BA.4 dan BA.5 juga dikenal dengan masa inkubasinya yang hanya membutuhkan waktu dua sampai tiga hari sampai timbulnya gejala.

Pada Selasa, 14 Juni 2022, Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) melaporkan sudah ada 20 kasus pasien Omicron BA.4 dan BA.5, terdiri dari 2 kasus BA.4 dan 18 kasus BA.5. Sehingga total kasus melonjak bertambah menjadi 12 orang dari catatan empat hari sebelumnya, yaitu pada 10 Juni 2022. Sementara, 18 kasus subvarian BA.5, diketahui 3 kasus diantaranya diidap oleh pasien anak-anak.

Dicky Budiman, Epidemiolog Universitas Griffith Australia, menyebutkan gejala subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 tidak lebih ringan daripada varian Covid-19 lainnya. Gejala yang relatif ringan itu pada dasarnya disebabkan oleh imunitas masyarakat yang sudah terbentuk terhadap Covid-19. Karena penularannya yang cepat, masyarakat perlu mengetahui ciri virus ini dan mewaspadai gejalanya.

"Omicron ini bukan lebih ringan, tapi yang menjadi penyebab terkesan ringan adalah karena imunitas yang sudah terbentuk," kata Dicky.

"Kalau ini menimpanya ketika kita di situasi yang sama imunitas seperti Delta datang, kematiannya akan jauh lebih besar ketika BA.4 dan BA.5 ini datang. Kita beruntung ini datang setelah gelombang Delta," tambahnya.

Adapun ciri virus Corona Omicron BA.4 dan BA.5 umumnya mirip dengan varian Covid-19 lainnya, seperti:

  1. Batuk: 89 persen
  2. Fatigue atau kelelahan: 65 persen
  3. Hidung tersumbat atau rinore: 59 persen
  4. Demam: 38 persen
  5. Mual atau muntah: 22 persen
  6. Sesak nafas: 16 persen
  7. Diare: 11 persen
  8. Anosmia atau ageusia: 8 persen.***


Waspadai Gejala Dan Ciriciri Omicron Ba4 Ba5