Dilihat : 67 kali

ARAH BAIK - Gelombang Covid-19 harian di Indonesia dalam dua hari berturut-turut tercatat lebih dari seribu kasus.

Pada hari Kamis 16 Juni 2022, satgas melaporkan jumlah kasus baru bertambah 1.173, setelah sehari sebelumnya melaprkan 1.242 kasus. Angka ini naik dari 930 kasus pada Selasa, dan masih sekitar separuhnya pada Sabtu dan Minggu lalu.

Dengan bertambahnya kasus tersebut, maka akumulasi kasus konfirmasi positif sejak pandemi terjadi di Indonesia pada Maret 2020 berjumlah 6.064.424 kasus.

hari ini Jumat 17 Juni 2022 ada penambahan terbanyak dari DKI Jakarta yang mencapai 696 kasus. Untuk provinsi lainnya adalah Jawa Barat sebanyak 158 kasus, Banten 145 kasus, Jawa Timur 63 kasus, dan Bali 49 kasus.

Pada kasus aktif, dilaporkan bertambah 661 kasus sehingga total menjadi 6.668 kasus. Sedangkan yang sembuh sebanyak 509 orang, sehingga total kesembuhan secara nasional menjadi 5.901.083 orang. Angka kesembuhan terbanyak secara nasional disumbang oleh DKI Jakarta sebanyak 293 orang, Jawa Barat 66 orang, Jawa Timur 53 orang, Banten 37 orang, dan Bali 22 orang.

Satgas Penanganan Covid-19 juga melaporkan penambahan angka kematian akibat Covid-19 hari ini sebanyak tiga jiwa yang berasal dari DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur, masing-masing satu jiwa. Akumulasi angka kematian secara nasional mencapai 156.673 jiwa.

Selain itu terdapat pula 4.054 orang yang masuk dalam kategori suspek. Hasil tersebut didapat setelah dilakukan pengujian terhadap 76.459 spesimen di ratusan jaringan laboratorium di seluruh Indonesia.

Tingkat positif (positivity rate) spesimen harian adalah 2,73 persen dan untuk tingkat positivity rate orang harian adalah 2,13 persen dari panduan aman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang 5 persen.

Jumlah kasus maksimum karena varian baru Omicron dan kapan akan terjadi

Meningkatnya kembali kasus baru Covid-19 bersamaan dengan mulai terdeteksinya varian baru Omicron, yakni Omicron BA.4 dan BA.5, di Indonesia.

Dengan kemampuan menular yang lebih cepat dan diyakini sulit dideteksi antibodi tubuh hasil vaksinasi maupun infeksi alami sebelumnya, keduanya sudah menciptakan gelombang Covid-19 yang baru di banyak negara lain.

Di Indonesia, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memperkirakan puncak kasus Covid-19 subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 maksimum hanya akan mencapai 25 ribu kasus per hari. Dia mengatakan berkaca pada pemantauan varian tersebut di negara lain. Budi Gunadi menyampaikan itu di sela acara Penyambutan Kenegaraan Presiden Republik Federal Jerman, di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis 16 Juni 2022.

Ia menjelaskan, di Afrika Selatan sebagai negara pertama teridentifikasinya varian baru Omicron tersebut, puncak kasus BA.4 dan BA.5 hanya sepertiga dari puncak kasus Covid-19 varian Omicron atau Delta sebelumnya.

"Sehingga jika puncak varian Delta dan Omicron sebelumnya di Indonesia terjadi 60 ribu kasus per hari, maka diperkirakan puncak varian baru Omicron BA.4 dan BA.5 hanya akan mencapai 20-25 ribu kasus per hari," katanya.

Budi mengatakan puncak kasus biasanya terjadi satu bulan setelah kasus pertama teridentifikasi. Dalam hal ini, diperkirakan puncak kasus BA.4 dan BA.5 di Indonesia kemungkinan terjadi pada pekan ketiga dan keempat Juli 2022.

"Setelahnya akan turun kembali," katanya.

Selain itu dia menambahan bahwa tingkat kematian dari varian baru ini jauh lebih rendah, yakni hanya seperduabelas dan sepersepuluh dari Delta dan varian original Omicron .

Semua pasien infeksi Omicron BA.4 dan BA.5 sudah sembuh

Terpisah, juru bicara Kementerian Kesehatan, Mohammad Syahril, mengatakan 20 pasien pertama terkonfirmasi positif subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia telah seluruhnya dinyatakan sembuh secara medis. Seluruhnya disebutkan mengalami gejala ringan dan sudah bisa dipulangkan.

"Kecuali satu orang pasien perempuan umur 20 tahun di Jakarta ada keluhan sesak napas, sehingga masuk kategori sakit sedang," kata Syahril dalam dialog

"Awas, Omicron kembali mengintai Indonesia" yang disiarkan secara virtual dan diikuti dari YouTube FMB9 di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan sampai dengan Selasa 14 Juni 2022, total kasus varian baru Omicron yang telah diidentifikasi mencapai 20 kasus, terdiri atas dua kasus Omicron BA.4 dan 18 kasus Omicron BA.5.

Berdasarkan domisili, kata Syahril, tiga warga negara asing (WNA) berada di Bali dan sisanya adalah Warga Negara Indonesia (WNI) masing-masing di Banten satu orang, Jakarta empat orang, Jawa Barat 12 orang.

Sebagian pasien ada yang belum menerima suntikan dosis booster atau penguat. "Kasus di Jawa Barat merupakan klaster di keluarga," ujarnya.

Menurut Kemenkes, Syahril, masih mengumpulkan laporan Whole Genome Sequencing (WGS) atas sampel dari lima provinsi yang sedang mengalami kenaikan kasus Covid-19.Provinsi yang dimaksud adalah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Itu dilakukan WGS untuk pastikan apakah pasien itu sudah semuanya tertular subvarian Omicron BA.4, BA.5 atau campuran," katanya.***


Satgas Covid19 Kembali Catat Lebih Dari Seribu Kasus Baru Hari Ini