Dilihat : 46 kali

ARAH BAIK – Pemerintah dua hari lalu mengumumkan kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng curah dan kemasan.

Awalnya HET minyak goreng curah adalah Rp 11.500 menjadi Rp14.000 dan HET minyak goreng kemasan mengikuti keekonomian.

Hal tersebut membuat masyarakat mengeluh bahwa kenaikan HET minyak goreng sangat memberatkan.

Pada hari ini Kamis, 17 Maret 2022 setelah pemerintah mencabut kenaikan HET minyak goreng yang membuat stok kembali melimpah.

Sebelumnya minyak goreng di rak-rak ritel kosong, sehingga masyarakat harus antre demi mendaptkan minyak goreng murah.

Begitu HET dicabut, stok minyak goreng terlihat langsung memenuhi rak-rak ritel di sejumlah daerah dengan yang meroket.

Menanggapi pencabutan kenaikan HET minyak goreng, akademisi Rocky Gerung menilai bahwa itu menunjukkan Presiden Jokowi tak bisa melawan pemodal.

“Jadi betul, kan ini yang kita analisa kemarin, bahwa pada akhirnya pasar itu tidak bisa didikte oleh regulasi tuh,” ucap Rocky Gerung pada akun Youtube Rocky Gerung Official Kamis, 17 Maret 2022.

“Akhirnya dibuka juga kan, supaya keekonomian itu ditentukan oleh supply demand secara ekonomi aja, dan nggak ada urusannya dengan regulasi,” tambahnya.

Rocky Gerung menekankan bahwa apa yang terjadi saat ini juga menjadi tanda bahwa Menteri Perdagangan tidak diperlukan.

“Jadi konsekuensinya mesti ada, kalau begitu Menteri Perdagangan nggak perlu ada, ngapain kan? Karena pasar udah bekerja, apalagi yang mesti dilakukan? Semakin banyak keterangan dari saudara Lutfi, itu semakin kacau pasarnya,” katanya.

Hal itu terbukti dengan melimpahnya stok minyak goreng di riter-ritel yang sebelumnya langka.

“Sekarang terbukti, bahwabegitu regulasinya diangkat, sistem pasar, maka supply demand langsung tersedia di pasar tuh. Memang begitu ekonomi kan?,” ucap Rocky Gerung.

Yang ngaco itu janji presiden bahwa dia bisa selesaikan dengan cara yang ajaib, jadi diketawain pasar dan semua janji presiden akhirnya batal,” tambahnya.

Rocky Gerung menambahkan bahwa dengan apa yang terjadi di Tanah Air terlihat bahwa kabinet Jokowi tidak berguna.

Kabinet yang awalnya dianggap pro rakyat, pada akhirnya hanya bergantung pada pemodal.

“Jadi memang nggak ada gunanya sebetulnya kabinet ini, karena kan kabinet Pak Jokowi waktu disusun dianggap ingin pro rakyat oleh karena itu aka nada regulasi dengan kekuatan politik,” ujar Rocky Gerung.

“Itu bisa sebetulnya kalau Jokowi nggak bergantung pada pemodal. Ini terbalik-balik ka, jadi seluruh regulasi yang dibuat itu pasti dianggap sebagai menghalangi pemodal dan ujungnya terjadi hal semacam ini,” tambah Rocky Gerung.***


Lepas Het Dicabut Stok Minyak Goreng Kembali Melimpah Rocky Gerung Jokowi Tak Bisa Lawan Pemodal