Dilihat : 79 kali

ARAH BAIK – Kakorlantas Polri Irjen Firman Santyabudi mengimbau pengendara sepeda motor untuk tidak mengenakan sandal jepit selama berkendara.

Himbauan itu disampaikan untuk mengurangi risiko yang dialami pengendara sepeda motor. Menurutnya, pemakaian sandal jepit tak memberikan perlindungan maksimal.

“Tidak ada perlindungan pakai sandal jepit itu, karena kalau sudah pakai motor, kulit itu bersentuhan langsung dengan aspal, ada api, ada bensin, ada kecepatan, makin cepat makin tidak terlindungi kita. Itulah fatalitas,” kata Firman kepada wartawan saat sedang meninjau Operasi Patuh Jaya, Senin 13 Juni 2022.

Firman mengamini bahwa sepatu maupun jaket pelindung memang harus dibeli menggunakan uang. Namun, biaya yang harus dikeluarkan tidak sebanding jika taruhannya adalah nyawa.

“Lebih mahal mana dengan nyawa kita, tolong itu juga dijadikan pertimbangan sehingga untuk keluar sudah siap dengan perlengkapan yang ada. Ini gunanya helm standard, pakai sepatu. Masih banyak yang pakai sandal menggampangkan gitu saja,” ujarnya.

Ia meminta anggota kepolisian untuk menjadi contoh bagi masyarakat. Ia berharap tak ada polisi yang hanya memakai sandal jepit ketika mengendarai sepeda motor agar masyarakat juga mencontohnya.

Polisi juga menegaskan tidak akan menindak atau melakukan penegakan hukum terhadap pengendara motor yang menggunakan sandal jepit.

Kabagops Korlantas Polri Kombes Eddy Djunaedi mengatakan larangan penggunaan sandal jepit hanya berupa imbauan agar masyarakat lebih mengutamakan keselamatan saat berkendara.

“Harapannya berkendaralah yang aman, mengutamakan keamanan dan keselamatan dalam berkendara,” ucap Eddy.

Diketahui, polisi menggelar Operasi Patuh Jaya 2022 selama 14 hari ke depan di seluruh Polda jajaran mulai Senin lalu 13 Juni 2022.

Ada delapan target sasaran dalam Operasi Patuh Jaya 2022, yaitu penggunaan knalpot bising, penggunaan rotator, aksi balap liar, dan melawan arus.

Selain itu, polisi juga menyasar para pengendara yang menggunakan handphone saat mengemudi, menggunakan helm tidak SNI, tidak menggunakan sabuk pengaman, serta berbocengan lebih dari satu orang.***


Larangan Penggunaan Sandal Jepit Saat Mengendarai Sepeda Motor