Dilihat : 75 kali

ARAH BAIK – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengkonfirmasi empat kasus Covid-19 subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 pertama di Provinsi Bali.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Omicron BA.4 dan BA.5 sudah terdeteksi sejak Mei 2022, tetapi hasil pemeriksaan varian baru itu baru keluar pada 9 Juni 2022.

Dalam temuan kasus di Bali itu, tiga diantaranya merupakan penularan dari luar negeri, yakni AS, Brasil, dan Mauritius. Sementara satu kasus lainnya merupakan penularan lokal.

Omicron subvarian tersebut disebut Kemenkes sebagai pemicu kenaikan kasus Covid-19 di Eropa, Amerika, dan Asia.

Atas temuan kasus itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, I Nyoman Gede Anom memnta warga agar tidak panik.

“Kami menghimbau masyarakat Bali jangan panik, karena melihat kasus kemarin yang ditemukan empat orang, sesuai info Kementerian Kesehatan, tiga orang tanpa gejala sama sekali, dan satu orang gejala ringan tenggorokannya sakit. Itu saja,” katanya di Denpasar, Senin 13 Juni 2022.

Gede Anom mengakui bahwa temuan kasus itu tidak terlalu mempengaruhi situasi Covid-19 di Bali yang saat ini dalam kondisi terkendali.

Meski demikian, sebagai bentuk antisipasi, ia meminta masyarakat Bali agar segera mendapatkan vaksin booster atau ketiga di sentra vaksinasi terdekat bagi yang belum menerima.

“Karena itu (vaksin booster) yang menjaga kita dari varian-varian apapun yang terjadi. Itu yang menjaga imun dan memperkust imun kita,” ujar Gede Anom.

Gede Anom juga mengatakan bahwa pihaknya segera menggenjot vaksinasi booster untuk meningkatkan capaian vaksinasi di Provinsi Bali.

“Kami akan gencarkan vaksin, vaksin booster. Sekarang sudah ada himbauan, nanti kami akan kembali menghimbau masyarakat sampai Banjar-Banjar, karena di sana tempat kami melaksanakan booster,” tuturnya.

Selain itu, Gede Anom juga kembali mengingatkan pentingnya menerapkan protokol kesehatan denga memakai masker. Terutama bagi warga lanjut usia, penderita komorbid, serta masyarakat yang sakit flu, batuk, dan pilek.

“Sesuai himbauan pemerintah pusat, silahkan masyarakat yang mau bepergian di luar tidak pakai masker, karena itu sesuai himbauan pemerintah pusat. Tetapi, bagi lansia ataubyang punya komorbid atau yang sedang batuk pilek tetap pakai masker,” ucapnya.***


Kecolongan Kasus Varian Baru Omicron Ba4 Dan Ba5 Ditemukan Di Bali