Dilihat : 105 kali

ARAH BAIK – Pemerintah merencanakan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis RON 90 atau Pertalite dan Solar subsidi akan memanfaatkan infrastruktur digital agar lebih tepat sasaran. Salah satunya melalui aplikasi yang dimiliki PT Pertamina yaitu My Pertamina.

Aplikasi ini bisa digunakan untuk pembayaran pembelian BBM secara non tunai di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina. Namun bukannya di SPBU dilarang membuka HP?

Direktur Pemasaran Regional PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra menjelaskan bahwa pihaknya telah mempelajari lebih lanjut terkait penggunaan HP di SPBU.

Menurutnya terdapat tata cara Standar Operasional Prosedur alias SOP yang telah dipelajari saat bertransaksi menggunakan HP.

“Sudah ada rekomendasi dari HSSE Pertamina sebetulnya apa yang harus jadi fokus ketika menggunakan ponsel di SPBU. Ternyata untuk transaksi yang menggunakan QR yang dimana itu tidak menggunakan flash dan tidak menggunakan sinyal yang voice yang muncul di situ, itu relatif aman untuk jarak tertentu,” katanya dalam Energy Corner CNBC Indonesia, Senin 13 Juni 2022.

Oleh karena itu, ke depan menurutnya mekanisme tersebut akan selalu dijaga oleh Pertamina. Sehingga penerapan di lapangan dapat berjalan lancar.

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi  (BPH Migas), Erika Retnowati sebelumnya menyebutkan bahwa pihaknya akan melakukan uji coba penggunaan aplikasi digital My Pertamina dalam pembelian Pertalite dan Solar subsidi pada Agustus hingga September mendatang.

Menurut Erika, pihaknya berencana melarang mobil mewah untuk menggunakan BBM Pertalite.

Adapun kriteria yang masuk ke dalam kategori mobil mewah nantinya akan merujuk dari besarnya Cubicle Centimeter atau CC yang dimiliki mobil tersebut. Namun, ia belum merinci secara detail besaran CC yang dimaksud.

“Akan ditetapkan pada CC-nya. Kenapa? Kami melihatnya konsumsinya karena CC-nya besar maka akan mengkonsumsi BBM yang banyak dan mereka itu dirancang untuk tidak dikonsumsi Pertalite dengan spesifikasi mesin dan bahkan lama-lama akan merusakmesin juga,” bebernya.

Guna mensukseskan hal tersebut, BPH Migas akan menggandeng pihak Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk melakukan kajian-kajian terkait kriteria besarnya CC suatu mobil.

Selain itu, pihaknya juga akan bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk melakukan pengawasan dan yang pasti untuk mengimplementasikan pelaksanaan penyaluran BBM subsidi secara tertutup, BPH Migas akan memanfaatkan insfrastruktur digital. *** 


Di Spbu Dilarang Menggunakan Hp Tetapi Beli Bbm Pakai Aplikasi