Dilihat : 62 kali

ARAH BAIK- Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyampaikan rancangan tahapan kampanye untuk Pemilu 2024 yang hanya akan digelar 75 hari untuk mengurangi potensi terjadinya pembelahan di masyarakat.

Secara teknis, kampanye 75 hari akan membantu penyelenggara dan peserta pemilu untuk bisa melalui masa kampanye yang tidak menimbulkan kerugian.

“Ini akan menjadi sebuah pertimbangan untuk sebuah isu yang menjadi evaluasi pada Pemuilu 2024, yaitu soal konflik di internal masyarakat, kemudian ada pembelahan-pembelahan, kata anggota,” kata anggota KPU RI, Parsadan Harapap.

Kemudian, lanjut Parsadaan rancangan kampanye yang sudah diatur dalam Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2022 tentang 2022 tentang tahapan tersebut melalui tahap pembicaraan dan pembahasan di tingkat tripartite kepemiluan.

“Rancangan tahapan Pemilu 2024, khususnya jadwal kampanye sudah melalui kajian-kajian sebelum diundangkan dalam Peraturan KPU,” jelasnya.

“Sebenarnya 75 hari itu tidak serta merta, ada kajiannya. Kami meyakini ini sudah memberikan keadilan kepada seluruh peserta Pemilu 2024,” kata Parsadaan.

Sebelumnya, Partai Buruh melaporkan persoalan kampanye 75 hari yang ada di Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2022 tentang Tahapan Pemilu 2024 kepada Bawaslu RI.

Presiden Partai Buruh, Said Iqbal mengatakan masa kampanye yang pendek akan mengakibatkan terbatasnya waktu partai baru untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat sebagai pemilih.

“Masa kampanye 75 hari ya tidak adil, kalo partai perlemen yang sudah ada sih dia sudah dikenal, nonparlemen sebagian sudah dikenal, tapi partai baru kan belum,” kata Said Iqbal. ***


Kampanye Akan Dibatasi 75 Hari Untuk Mengantisipasi Pembelahan Di Masyarakat