Dilihat : 95 kali

ARAH BAIK - Perayaan Hari Raya Kurban atau yang biasanya disebut Hari Raya Idul Adha 1443 H berpotensi akan mengalami perbedaan, seperti Idul Fitri. Perbedaan ini karena ada dua sebab kriteria utama yang digunakan di Indonesia.

Profesor Riset Astronomi-Astrofisika, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin menyebut, Idul Adha tahun ini akan mengalami perbedaan, yaitu pada tanggal 9 Juli dan 10 Juli 2022.

“Saat ini ada dua kriteria utama yang digunakan di Indonesia: kriteria wujudul hilal dan kriteria baru MABIMS. Kriteria Wujudul Hilal yang digunakan Muhammadiyah mendasarkan pada kondisi bulan lebih lambat terbenamnya daripada matahari. Kriteria Baru MABIMS mendasarkan pada batasan minimal untuk terlihatnya hilal (imkanrukyat atau visibilitashilal), yaitu fisishilal yang dinyatakan dengan parameter elongasi (jarak sudut bulan-matahari) minimum 6,4 derajat dan fisis gangguan cahaya syafak (cahaya senja) yang dinyatakan dengan parameter ketinggian minimum 3 derajat. Kriteria baru MABIMS digunakan oleh Kementerian Agama dan beberapa ormas Islam,” kata Thomas dalam blognya, Senin 6 Juni 2022.

“Pada saat maghrib, 29 Juni 2022, di Indonesia posisi bulan sudah di atas ufuk. Artinya kriteria Wujudul Hilal telah terpenuhi. Itu sebabnya Muhammadiyah di dalam maklumatnya menyatakan 1 Dzulhijjah 1443 H jatuh pada 30 Juni 2022, dan hari raya Idul Adha jatuh pada 9 Juli 2022.

Sedangkan untuk hari libur nasional yang menyatakan Idul Adha 1443 H jatuh pada 9 Juli 2022 masih didasarkan pada kriteria lama MABIMS, yaitu tinggi minimal 2 derajat dan elongasi 3 derajat atau umur bulan 8 jam,” jelas Thomas.

“Hal ini dikarenakan agenda libur nasional masih mengikuti Surat Keputusan Bersama (SKB) yang ditetapkan pada tahun 2021. Sedangkan kriteria MABIMS ini baru ditetapkan pada tahun 2022,” lanjut Thomas.

Thomas menjelaskan garis tanggal kriteria baru MABIMS, menunjukan bahwa di Indonesia pada Maghrib, 29 Juni 2022, tinggi bulan di Indonesia umumnya kurang dari 3 derajat elongasi kurang dari 6,4 derajat. Kondisi itu berarti bahwa hilal terlalu tipis untuk bisa mengalahkan cahaya syafak yang masih cukup kuat.

“Artinya, hilal tidak mungkin dapat dirukyat. Secara hisab imkanrukyat (visibilitashilal), data itu menunjukan bahwa 1 Dzulhijjah 1443 H akan jatuh pada 1 Juli 2022 dan Idul Adha jatuh pada 10 Juli 2022. Konfirmasi rukyat akan dilakukan pada 29 Juni dan diputuskan pada sidang isbat awal Dzulhijjah 1443 H,” jelas Thomas. ***


Hari Raya Qurban 2022 Berpotensi Beda Tanggal Ini Sebabnya