Dilihat : 116 kali

ARAH BAIK – Hewan ternak dengan gejala Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ringan aman untuk dijadikan hewan kurban ataupun dikonsumsi.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Provinsi Jambi.

“Saya tekankan kepada seluruh masyarakat, PMK pada hewan ternak tidak menular kepada manusia atau bersifat zoonosis,” kata Ketua PDHI Provinsi Jambi Dokter Hewan, Rospita Pane.

Rospita mengatakan bahwa daging hewan ternak yang terpapar PMK tetap dapat dikonsumsi.

Hal itu diperkuat oleh Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 32 Tahun 2022 tentang Hukum dan Panduan Pelaksanaan Ibadah Kurban Saat Kondisi Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Fatwa itu menjelaskan, hewan ternak yang terpapar PMK dengan gejala ringan sah untuk dijadikan hewan kurban. Hewan yang tidak sah yakni hewan ternak dengan gejala berat PMK.

Rospita menghimbau masyarakat atau panitia kurban segera melapor kepada instansi terkait yang menangani fungsi dan kesehatan hewan ternak tersebut bergejala ringan atau berat.

“Jika menemukan hewan ternak bergejala PMK, segera hubungi dinas terkait atau dokter hewan, nanti mereka yang memutuskan apakah hewan ternak tersebut bergejala ringan atau berat,” ujarnya.

Rospita menjelaskan, jika hewan kurban dinyatakan sehat, maka dapat dilakukan pengolahan seperti biasa.

Namun, jika terindikasi PMK, maka daging hewan kurban sebaiknya lansung direbus dengan air bersuhu minimal 70 derajat celcius hingga mendidih selama 20 menit.

Selain itu, daging hewan kurban bisa langsung dimasukkan ke dalam freezer selama 12 jam.

“Secara teori, virus pada penyakit PMK tersebut mampu bertahan cukup lama, maka dari itu jangan dicuci terlebih dahulu, sebaiknya langsung direbus atau langsung dimasukkan ke dalam freezer,” tutur Rospita.***


Hewan Ternak Dengan Pmk Ringan Disebut Aman Dikonsumsi Simak Penjelasannya