Dilihat : 63 kali

ARAH BAIK - Direktur Utama PT Jaklingko Indonesia, Muhammad Kamaluddin menyebutkan tarif integrasi transportasi publik tak hanya menguntungkan untuk perjalanan jarak jauh, tetapi juga untuk jarak pendek.

Untuk jarak pendek perhitungan tarif integrasi sebesar Rp2.500 untuk boarding charge ditambah Rp250 per kilometer.

"Bisa dihitung per kilometernya tetap lebih murah di tarif integrasi ini dibandingkan kalau menggunakan tarif eksisting," katanya di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Selasa, 7 Juni 2022.

Tarif boarding charge adalah biaya tetap yang harus dibayar penumpang ketika menggunakan pelayanan tarif integrasi. Penumpang juga harus membayar biaya jarak tempuh perjalanannya.

Jadi, jika melakukan perjalanan 10 kilometer, maka penumpang perlu membayar Rp2.500 ditambah boarding charge Rp2.500. Totalnya Rp 5.000.

Menurut Kamaluddin, tarif integrasi ini berlaku untuk ketiga jenis kendaraan, yaitu MRT, LRT, atau bus Transjakarta.

Apabila penumpang melakukan perjalanan jarak jauh, maka dikenakan tarif integrasi maksimal Rp10.000. Besaran tarif ini telah disetujui Komisi B Bidang Perekonomian DPRD DKI Jakarta pada 7 Juni 2022. Finalisasi besaran tarif selanjutnya ditentukan pimpinan dewan.

Menurut Kamaluddin, maksimal waktu perjalanan tarif integrasi adalah tiga jam. Mesin pembaca kartu dan aplikasi tarif integrasi, namanya JakLingko, hanya membaca lamanya perjalanan penumpang dengan melacak waktu tap in dan tap out.

"Kalau waktu transfer-nya (perpindahan penumpang) tidak kami hitung," ucap dia.

PT JakLingko Indonesia akan mengevaluasi penggunaan tarif tersebut setiap enam bulan sekali yang telah disepakati oleh Komisi B dan untuk penerapan tarif integrasi ini ditargetkan akan dilakukan mulai akhir bulan ini.

Untuk tahap awal, PT JakLingko Indonesia bakal meluncurkan kartu integrasi dan aplikasi integrasi JakLingko. Setelah evaluasi enam bulan, perusahaan konsorsium itu menerbitkan kartu khusus 15 kelompok yang gratis memanfaatkan pelayanan tarif integrasi.

Kemudian PT JakLingko menggabungkan penggunaan kartu dan aplikasi integrasi.

"Tapi itu dalam beberapa bulan. Jadi sebelum evaluasi berikutnya, semua tahapan itu sudah selesai," terang Kamaluddin.

Seluruh kartu dan aplikasi tarif integrasi menggunakan sistem account based ticketing (ABT) yang dapat mendata latar belakang penumpang, apakah warga ber-KTP DKI atau non-DKI.***


Ini Dia Skema Penghitungan Tarif Integrasi Mrt Lrt Dan Transjakarta