Dilihat : 118 kali

ARAH BAIK - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di beberapa wilayah Indonesia membatasi pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya jenis Solar subsidi dan Pertalite. Pembelian kedua jenis BBM tersebut dibatasi Rp200.000.

Hal ini diketahui dari SPBU wilayah Bawen, Kabupaten Semarang. Menurut salah satu petugas di SPBU tersebut, pengisian BBM jenis Solar Subsidi untuk mobil pribadi maksimal Rp 200 ribu per hari.

“Maksimum hanya Rp 200 ribu untuk solar,” ujar salah satu petugas, Minggu 5 Juni 2022.

Tidak hanya di wilayah kabupaten Semarang saja, pembatasan pembelian BBM jenis Solar subsidi juga dapat ditemui di SPBU Rest Area KM 360 B Tol Semarang-Batang. Bahkan pada saat lebaran SPBU tersebut juga melakukan pembatasan untuk pembelian Pertalite sebanyak Rp200.000 per hari.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga SH C&T Pertamina, Irto Ginting menjelaskan pihaknya mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh BPH Migas. Menurutnya, pembatasan dapat dilakukan secara situasional.

Misalnya, seperti antrian yang terlalu panjang sehingga menutup akses jalan keluar, dan adanya ketentuan yang lebih ketat yang ditetapkan oleh pemerintah daerah. Maka perusahaan akan mengikuti pembatasan yang ditetapkan oleh pemerintah tersebut.

Sebelumnya Irto menjelaskan bahwa aturan pembatasan dalam pembelian BBM jenis Pertalite sebenarnya tidak ada. Hal tersebut menanggapi perihal kejadian yang dialami di Indonesia atas adanya pembatasan pembelian BBM Pertalite sebesar Rp200.000 per hari.

Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Saleh Abdurrahman sebelumnya mengatakan pihaknya sudah mengatur mengenai konsumen yang berhak membeli Solar bersubsidi maupun tidak. Hal tersebut terdapat lampiran Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014.

Selain itu BPH Migas juga mengatur mengenai maksimum pembelian solar subsidi per kendaraan per hari. Adapun untuk kendaraan bermotor perseorangan roda empat paling banyak 60 liter per hari per kendaraan.

Kemudian, untuk kendaraan bermotor umur angkutan orang atau barang roda empat paling banyak 80 liter per hari per kendraan. Berikutnya, kendaraan bermotor umum angkutan orang atau roda enam atau lebih banyak 200 liter per hari per kendaraan.

Adanya ketentuan yang lebih ketat yang ditetapkan pemerintah daerah, maka perusahaan akan mengikuti pembatasan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Kita ikuti pembatasan yang ditetapkan oleh pemerintah, sudah ditentukan pembatasan oleh BPH Migas,” kata Irto. ***


Benarkah Pembelian Bbm Solarpertalite Maksimal Rp 200 Ribu