Dilihat : 114 kali

ARAH BAIK – Film Satria Dewa : Gatotkaca garapan sutradara Hanung Bramantyoakan segera tayang di bioskop secara serentak pada 9 Juni 2022 mendatang.

Film aksi Satria Dewa : Gatotkaca ini sempat tertunda selama dua tahun akibat pandemi Covid-19.

Hanung Bramantyo mengaku tak mau mematok targt jumlah penonton untuk film Satria Dewa : Gatotkaca.

Namun, tiket pre-sale untuk film Satria Dewa : Gatotkaca sudah ludes di beberapa daerah.

Hanung Bramantyo juga tetap berharap tiket pre-sale yang sudah ludes terjual itu membawa pertanda baik bagi penayangan film Satria Dewa : Gatotkaca.

“Melihat kondisi pre-sale tiket yang ternyata disambut, pertanda baik, ya. Tapi sayang gak berani optimis. Takut,” ujar Hanung Bramantyo.

Ia juga berharap kesuksesan yang diraih film KKN di Desa Penari yang sudah tayang dulu bisa membawa angin segar bagi dunia perfilman tanah air.

“Insya Allah seperti KKN. Semua fil Indonesia pasti pengen ya seperti itu. Kalau bisa setiap bulan ada empat juta, delapan juta gitu. Jadi hidup lah industrinya,” ujar Hanung Bramantyo.

Lewat film Satria Dewa : Gatotkaca, Hanung Bramantyo ingin mengubah pandangan yang ada di masyarakat, yakni dengan menjadikan film ini berkonsep Ying dan Yang (ada hitam, ada pula yang putih).

Ia mengatakan bahwa di dunia nyata juga begitu adanya. Apa yang terlihat baik, tetapi tidak selalu demikian adanya. Itulah yang ingin ia coba sampaikan ke masyarakat lewat film Satria Dewa : Gatotkaca.

Hanung Bramantyo mencotohkan karakter yang diperankan oleh Fedi Nuril. Kostum yang dipakai Fedi berwarna putih. Warna putih identik dengan suci dan hitam identik dengan kegelapan.

Menurut Hanung Bramantyo, kedua warna itu tak selalu memiliki fakta atau kebenara seperti pandangan yang ada di masyarakat.

Tak hanya itu, Ia juga berharap agar masyarkat , khususnya kawula muda untuk kembali menyukai tokoh-tokoh wayang atau superhero dalam negeri.

Tokoh-tokoh superhero dari kisa pewayangan kerap dianggap kuno dan juga kampungan. Padahal ceritanya memiliki pesan luhur dan alur yang tak kalah menarik.

Hanung Bramantyo berharap para pelaku seni wayang yang berada di Yogyakarta, Surabaya, termasuk karakter wayang golek Si Cepot tak lagi dianggap kampungan.

Oleh sebabnya, Ia berharap film Satria Dewa : Gatotkaca bisa diterima dengan baik oleh masyarakat.***


Lewat Film Satria Dewa Gatotkaca Hanung Bramantyo Ingin Ubah Pandangan Masyarakat Terhadap Superhero Lokal