Dilihat : 109 kali

ARAH BAIK - Pemberlakuan tiket khusus untuk wisatawan yang ingin naik ke Candi Borobudur mendapat banyak respons dari berbagai pihak. Salah satunya dari tokoh agama Buddha, Bhikkhu Sri Pannyavaro Mahathera, dari Vihara Mendut, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Tiket naik Candi Borobudur yang dibanderol Rp750.000 per orang, menurut Sri Pannyavaro untuk umat Buddha dari kalangan kecil tidak akan mungkin dapat menjangkau harga tiket tersebut. Padahal mereka biasanya melakukan ibadah di situs Buddha terbesar di dunia itu.

"Rakyat kecil, (umat Buddha pedesaan yang berada cukup banyak di Jawa Tengah) sampai meninggal dunia pun tentu tidak akan mampu naik ke atas candi untuk melakukan puja atau pradaksina karena harus membayar biaya yang sangat mahal bagi mereka," tutur Pannyavaro, melalui keterangan pers, Senin sore 6 Juni 2022.

Menurutnya, pembatasan kuota 1.200 orang per hari itu memang perlu untuk menyelamatkan candi, tapi selayaknya tanpa harus membayar tiket yang cukup mahal. Tambahnya, pembatasan bisa dilakukan dengan metode antrean.

Pendaftaran untuk masuk ke dalam Candi dapat dilakukan secara online, jadi apabila pada hari itu pengunjung tidak bisa naik karena kuota sudah penuh, maka bisa naik di hari berikutnya.

"Jadi jangan hanya yang punya uang saja yg boleh naik, atau dengan jalan lain harus menjadi bhiksu dulu, atau kembali menjadi murid sekolah. Tentu hal ini sangat tidak mungkin," tandas Pannyavaro.

Sama halnya dengan muslim saat hendak beribadah haji ke Mekkah, Pannyavaro mengatakan, tak masalah jika umat Buddha harus mengantre untuk bisa naik ke Candi Borobudur.

"Biarlah umat Buddha sabar menanti antrean bisa naik ke atas candi kita sendiri. Seperti halnya saudara-saudara Muslim yang juga sabar menanti antrian naik haji sampai beberapa tahun," ungkapnya.

Pihaknya berharap, keinginan umat Buddha ini dapat diperhatikan oleh para pihak yang berwenang membuat keputusan-keputusan perihal regulasi Candi Borobudur.***


Tiket Masuk Candi Borobudur Rp750000 Bhikku Pannyavaro Rakyat Kecil Sampai Meninggal Pun Tentu Tidak Akan Mampu