Dilihat : 97 kali

ARAH BAIK – Naiknya harga tiket masuk ke Candi Brorobudur menuai kontra di tengah masyarkat.

Pasalnya kenaikan harga tiket Candi Borobudur dinilai tidak realistis mengingat tarifnya yang melambung tinggi.

Menurut anggota Komisi VI DPR RI, Deddy Yevri Sitorus menaikkan harga Candi Borobudur adalah keputusan yang salah.

Deddy mempertanyakan alasan naiknya harga ke puncak Candi Borobudur yang disebut-sebut menjadi Rp750.000 untuk turis lokal dan 100 Dolar AS untuk wisatawan asing.

Ia mengatakan harga tiket Candi Borobudur tersebut tidak masuk akan apabila alasan di balik naiknya tariff itu untuk konservasi situs warisan.

“Bagi saya tidak masuk akal kalau alasannya adalah konservasi, lebih cenderung komersialisasi,” kata Deddy di Bogor, Senin 6 Juni 2022.

Deddy menilai, jika niatnya hendak membtasi jumlah pengunjung naik ke Candi Borobudur dengan kuota 1.200 orang per harinya, maka tak harus dengan menaikkan harga tiket.

“Lakukan saja kebijakan, siapa yang datang lebih dulu, boleh naik hingga jumah maksimum yang ditetapkan. Atau siapa yang mendaftar lebih dul melalui aplikasi, boleh naik,” katanya.

“Akan lebih baik jika dikombinasikan antar yang datang lebih duly dengan yang mendaftar lebih dulu melalui aplikasi, agar ada keadilan antara yang punya akses ke aplikasi dengan yang tidak tidak,” lanjut Deddy.

Menurutnya, menaikkan harga tiket naik ke Candi Borobudur justru terkesan lebih kea rah komersialisasi daripada konservasi.

Deddy juga mengatakan, kebijakan tersebut tidaklah berpihak, lantaran pembeda untuk orang yang boleh berwisata ke situs warisan dunia itu adalah ‘yang kaya’ dengan ‘yang miskin’.

“Orang miskin tidak akan mampu bayar harga tiket setinggi itu, apalagi bila datang denga keluarga,” katanya.

“Harga tiket itu bisa lebih besar dari UMR buruh bila berkunjung keluarga. Lalu apakah orang miskin tidak berhak untuk naik dan menikmati Candi Borobudur?,” tegas Deddy.

Kabar soal naiknya harga tiket Candi Borobudur tersiar setelah Luhut Binsar Pandjaitan mengumumkan rencana itu.

Namun, Luhut menuturkan bahwa kebijakan menaikkan harga tiket Candi Borobudur belum pada situasi final, artinya masih bisa dikaji ulang.***


Harga Tiket Candi Borobudur Tak Masuk Akal Dpr Kalau Mau Batasi Pengunjung Gak Gitu Caranya