Dilihat : 122 kali

ARAH BAIK – Epidemiolog Universitas Airlangga (Unair), Laura Navika Yamani, mengatakan bahwa virus Hendra lebih mematikan dari Covid-19.

Laura menyimpulkan demikian setelah melihat tingkat kematian atau case fatality virus Hendra yang cukup tinggi. 

“Fatality rate atau tingkat kematiannya lebih tinggi. Jika Covid-19 pada tingkat 3-4 persen , virus Hendra berada pada tingkat 50 persen kematian,” kata Laura dikutip dari laman Unair.ac.id, Kamis 2 Juni 2022.

Menurut Laura, penularan virus Hendra ke manusia diawali dari reservoir alami virus yakni kelelawar yang menginfeksi kuda.

“Kotoran atau urine kelelawar yang jatuh pada rumput makanan kuda, dapat menyebabkan kuda terinfeksi virus Hendra. Manusia dapat terinfeksi virus ini bila terpapar cairan taudroplet dari kuda yang terinfeksi virus Hendra,” katanya.

Lanjut Laura, penularan virus dari kuda ke manusia lebih mudah ketimbang kelelawar ke manusia . Hal ini disebabka kuda dan manusia sama-sama mamalia.

Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan virus Henda adalah menjaga kebersihan dan daya tahan tubuh.

“Juga khususnya kepada orang-orang yang memiliki kontak langsung kepada hewan ternak seperti kuda, harus menjaga higienitas dan sanitas lingkungan hewan ternak,” ujarnya.

Selain itu, biasakan mencuci tangan sebelum makan dan tidak menyentuh area wajah yang membentang horizontal dari dahi menuju ke dagu secara vertikal.

Vaksin untuk melawan virus Hendra memang sudah ditemukan, namun hanya terbatas pada hewan. Untuk itu, optimalisasi dapat dilakukan dengan cara melakukan vaksinasi pada hewan untuk menghindari penyebaran virus ini.

Laura yang merupakan dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) tersebut menjelaskan, virus yang berasal dari kelelawar Pteropus ini pertama kali diisolasi pada wabah tahun 1994 di Brisbane, Australia.

“Saat itu ditemukan kematian kuda dan manusia akibat virus ini. Setelah diselidiki lebih lanjut, virus Hendra bersifat zoonosis yang artinya bisa berpindah dari hewan ke hewan, maupun hewan ke manusia,” tuturnya.

Meski belum ditemukan kasus virus Hendra di Indonesia, Laura menyarankan masyarakat untuk tetap waspada dengan cara meningkatkan kebersihan diri.***


Epidemiolog Unair Sebut Virus Hendra Lebih Mematikan Dari Covid19