Dilihat : 119 kali

ARAH BAIK – Suriname berencana membuka kedutaan besar di Yerusalem yang diprakarsai pihaknya dengan Israel.

Rencana itu merupakan hasil keputusan saat pertemuan Menlu Suriname, Albert Ramdin dengan Menlu Israel, Yair Lapid pada Senin, 30 Mei 2022.

Mereka berdua membahas berbagai agenda, salah satunya rencana Suriname membuka kedutaan besar di Yerusalem.

“Dalam pertemuan antara dua Menteri Luar Negeri, Menlu Suriname mengumumkan bahwa negaranya berencana untuk segera membuka kedutaan di Yerusalem, ibu kota Israel,” kata Lapid.

Meski telah berencana untuk segera mendirikan kedutaan besar di wilayah yang diperebutkan Israel dan Palestina, Ramdin mengatakan bahwa ia belum memastikan kapan fasilitas itu akan direalisasikan.

“Belum tahu. Kami sudah menyampaikan niatnya. Konsultasi bagaimana dan apa yang yang akan dimulai sekarang,” kata Ramdin, dikutip dari Reuters.

Namun, Suriname telah menunjuk duta besar nonresident untuk Israel, Stevanus Noordze pada Maret lalu.

Saat itu, pemerintah Suriname menunjukkan keseriusannya untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan Israel.

Suriname memang memiliki komunitas Yahudi, namun berskala kecil. Orang-orang Yahusi saat itu berimigrasi ke Suriname dari negara-negara di Eropa tahun 1639.

Rencana Suriname akan menyusul negara yang telah memiliki kedutaan besar untuk Israel, yaitu AS, Honduras, Guatemala, dan Kosovo.

Agenda yang direncana antara Suriname dan Israel tersebut akan memicu kemarahan dari rakyat Palestina.

Yerusalem menjadi salah masalah paling sulit dalam konflik Israel-Palestina yang telah berlangsung selama beberapa dekade.

Palestina menginginkan Yerusalem sebagai ibu kota negara yang direbut oleh Zionis Israel dalam perang Timur Tengah tahun 1967.

Zionis Israel semena-mena menggap semua kota, termasuk Yerusalem bagian Timur yang dicaploknya sebagai ibu kota setelah perang 1967.***


Rencana Suriname Buka Kedutaan Besar Di Yerusalem Semakin Menindas Palestina