Dilihat : 58 kali

ARAH BAIK - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mengeluarkan peringatan potensi gelombang tinggi di pantai selatan Yogyakarta. Peringatan itu berlaku mulai Senin sampai Rabu, 23-25 Mei 2022.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Yogyakarta Airport (YIA) Warjono, mengatakan berdasarkan laporan dari Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung-Cilacap gelombang tinggi tidak hanya akan terjadi di DIY saja. Melainkan sejumlah wilayah di perairan laut selatan Jawa Barat dan Jawa Tengah juga berpotensi.

Disampaikan oleh Warjono, gelombang tinggi sendiri diperkirakan terjadi mulai Selasa 24 Mei 2022 pukul 07.00 sampai 19.00 WIB.

Kategori gelombang sangat tinggi berdasarkan kriteria BMKG merujuk ketinggian empat hingga enam meter. BMKG menyatakan Yogyakarta berpotensi gelombang tinggi berkisar 1,5- 5 meter.

Kondisi sinoptik ini meliputi perairan dan SamuderaHindia Selatan Jawa Barat, Jawa Tengah dan DIY cuacanya dalam periode 23-25 Mei 2022 sampai pukul 19.00 WIB umumnya berawan hingga hujan ringan. Dengan potensi gelombang tinggi ini, wisatawan yang hendak berwisata di sepanjang pantai selatan Yogyakarta dihimbau agar tetap waspada.

Pada minggu yang lalu, kasus gelombang tinggi nyaris membuat wisatawan asal Pasuruan, Jawa Timur hampir celaka. Sejumlah wisatawan hampir terseret ombak saat asyik berfoto ria di Pantai Jungwok, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, pada 18 mei 2022.

Melihat beberapa unsure kondisi atmosfer-laut, Kepala Stasiun Klimatologi Kabupaten Sleman, Reni Kraningtyas mengatakan bahwa terdapat indikasi dampak pada potensi penambahan curah hujan pada periode awal musim kemarau hingga selama periode musim kemarau.

“Curah hujan rendah hingga menengah dengan sifat hujan di atas normal atau lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata rendah,” kata Reni.

Selama tiga bulan ke depan, yakni Juni sampai Agustus 2022, Reni melanjutkan, BMKG memperkirakan curah hujan dengan kriteria rendah hingga menengah ummnya berkisar antara 0-150 milimeter/bulan.

“Kami menghimbau agar masyarakat bersiap dengan musim kemarau yang bersifat di atas normal,” ujar Reni.***


Bmkg Menghimbau Wisatawan Pantai Selatan Agar Waspada Gelombang Tinggi