Dilihat : 82 kali

ARAH BAIK – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyebut bahwa vaksin cacar (smallpox) efektif untuk mencegah penularan virus cacar monyet.                   

Hal tersebut disampaikan oleh juru bicara Kemenkes, Mohammad Syahril melalui konferensi pers virtual pada Selasa, 24 Mei 2022.

Syahril menjelaskan, vaksin cacar dinilai memiliki efektivitas sekitar 85 persen untuk melawan virus cacar monyet pada manusia.

“Sekitar 85 persen vaksin cacar masih bermanfaat untuk menangkal cacar monyet,” kata Syahril.

Dilansir dari laman Kemenkes vaksin cacar merupakan vaksin pertama yang berhasil memberikan perlindungan dalam tubuh terhadap serangan infeksi virus pathogen.

Vaksin cacar ini ditemukan oleh seorang dokter asal Inggris, Edward Jenner pada tahun 1776.

Indonesia kini menjadi salah satu negara yang dikategorikan bebas dari cacar terhitung sejak 1980.

Predikat itu tidak lepas dari program imunisasi yang dilaksanakan secara masif psejak 1956.

Syahril mengayakan bahwa penggunaan vaksin khusus untuk cacar monyet merupakan kewenangan dari World Health Organization (WHO).

"Biasanya aka nada rekomendasi dari WHO dan akan direkomendasikan pada negara yang memang butuh vaksin itu,” katanya.

Dilansir dari laman WHO, cacar monyet disebabkan oleh virusnya yang pertama kali ditemukan pada hewan monyet pada tahun 1958.

Namun pada tahun 1970, kasusnya ditemukan pada manusia untuk pertama kalinya di Republik Demokratik Kongo.

Gejala dari cacar monyet ditandai dengan demam, nyeri kepalam nyeri otot, nyero punggung yang dipicu pembesaran kelenjar getah bening.

Gejala tersebut muncul antara 1-3 hari setelah periode invasi yang akan ditandai dengan ruam pada bagian tubuh berikut :

  • Kulit wajah (95 persen)
  • Telapak tangan dan kaki (75 persen)
  • Mulut (70 persen)
  • Alat kelamin (30 persen)
  • Konjungtiva (20 persen)

Bentuk ruamnya seperti kemeran pada kulit, lenting bernanah, lenting berair, dan papul.

Hingga saat ini telah ditemukan total 92 kasus terkonfirmasi dan 28 suspek di 12 negara non-endemik cacar monyet.

Negara-negara tersebut yaitu Australia, Belgia, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Portugal, Spanyol, Swedia, Inggris, dan AS.

Kasus cacar monyet umumnya dialami lak-laki yang berhubungan seksual dengan sesame jenis (gay).

Namun, WHO hingga saat ini masih menyelidiki hipotesis yang menyebukan cacar monyet menular melalui hubungan sesama jenis.

Untuk mencegah penyebaran virus cacar monyet ini, WHO telah mengeluarkan panduan.

Diantaranya dengan cara menghindari kontak kulit dengan orang bergejala dari ke kulit dan wajah ke wajah.

Masyarakat juga dihimbau harus selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan.***


Kemenkes Ri Vaksin Cacar Efektif Cegah Penularan Virus Cacar Monyet